Yanuarius G Purwanto, Perjuangan di Balik Nikmatnya Kuliah di Luar Negeri

Yanuarius G Purwanto
Yanuarius G Purwanto

Beritakota.id, Jakarta-  Menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tentu menjadi dambaan setiap orang. Apalagi jika bisa memperoleh kesempatan untuk dapat menimba ilmu sampai ke negeri dengan peradaban yang lebih maju.

Ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula ada banyak cara mewujudkan mimpi mengenyam pendidikan ke luar negeri. Hal itu juga yang menjadi tekad dari Yanuarius Gavin Purwanto dalam menggapai impiannya untuk belajar bisnis di Norwich Business School, University of East Anglia London.

Bisa Anda jelaskan mengapa memilih kuliah di Inggris?

Sebenarnya saya sudah ambil formulir untuk kuliah di Jakarta, tetapi ada tawaran beasiswa untuk jurusan bisnis dari INTO Foundation. Nah, untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut saya membuat artikel esai kenapa tertarik kuliah di Inggris, setelah dua Minggu akhirnya saya mendapat balasan dari INTO Foundation dan ditawarkan potongan beasiswa dengan potongan 80 persen.

Tentunya, ini adalah kesempatan besar siapa sih yang tidak mau kuliah di Inggris negara maju dengan sistem pendidikan kelas dunia dan jarang orang punya kesempatan belajar kesana.

Apa yang membuat Anda tertarik mengambil program studi bisnis di Inggris?

Sewaktu sekolah cita-cita saya  ingin jadi dokter. Namun, karena nilai saya kurang di biologi sementara untuk kelas IPA nilai harus 7 sedangkan saya nilainya 5 jadi akhirnya tidak bisa dan harus cari passion baru. Saat liburan sekolah saya juga sering diajak papah ikut kerja. Menjalankan suatu usaha menarik juga yah.

Terlebih universitas yang dipilih juga memiliki bisnis school yang oke, sistem edukasinya bagus baik dari dosen dan fasilitasnya mendukung seperti perpustakan yang bisa diakses 24 jam dan segala sesuatu yang bisa diakses secara online, begitu pun dengan dosen-dosen disana juga meng-encourage kepada mahasiswa untuk mengeksplor.

Di kampus saya bagusnya ada bisnis insider dimana perusahaan-perusahaan memberikan pengetahuan dan pengalaman bisnisnya.

Selama kuliah di luar sana, pengalaman apa yang membuat Anda berkesan?

Pengalaman berkesan selama di Inggris, saya melihat ada gap antara student Asia dan Westerner di sana, gap-nya seperti kultural Asia semasa Asia, Barat dengan Barat. Tapi saya mencoba hal tersebut dengan gaya saya yang sok kenal dan sok dekat saja, dimana ada momen saya undang mereka-mereka ke tempat saya tinggal dengan memperkenalkan teman-teman Indonesia dengan teman dari Belanda, Turki, Inggris dan lainnya.

Menarik juga di zaman saya waktu itu ada kunjungan Komisi III DPR RI tentang hukum santet ke beberapa negara di Eropa termasuk ke Inggris. Dan saya sebagai Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UK dan beberapa temen memprotes keras dan menolak kunjungan tersebut .

Kita anggap tidak relevan aja kenapa mesti ke Eropa. Menurutnya waktu itu, sejumlah pasal kontroversial di RUU KUHP seperti santet dan perzinahan amat berbeda dengan apa yang yang ada di Eropa. Pembelajaran ilmu santet tidak relevan begitupun tentang perzinahan didasarkan pada budaya lokal, jelas berbeda. Ia menilai hal itu merupakan peluang  pemborosan anggaran. Perlu penjelasan mengenai angka sebesar Rp6,5 miliar pada anggaran kunjungan itu.

Apa yang Anda Ketahui mengenai IABA ini?

Jadi pada awalnya ketika saya di UK, saya belum mengetahui ada yang namanya IABA. Tetapi ketika saya pulang, kebetulan dari teman bernama Rama kami para alumni berkumpul di Pacific Place dan dijelaskan ada sebuah organisasi ikatan alumni lulusan United Kingdom di Indonesia (IABA).  Dan saya pun langsung tertarik untuk bergabung di dalamnya dan mulai aktif pada 2015 dan masuk dalam divisi pengabdian masyarakat.

Karena saya prinsipnya suka berorganisasi, IABA menjadi wadah penting untuk para alumnus bercengkrama, temu kangen dan bersinergi dalam apapun dan tentunya ragam latar belakang yang dilakoni saat ini.

Harapan Anda terhadap eksistensi IABA untuk kedepannya?

Kami bersama jajaran pengurus IABA belum lama ini membuat IABA seminar series dengan menghadirkan profil pengusaha bisnis sukses yaitu, Sandiaga S Uno. Nah, rangkaian seminar series sebagai fase merekatkan para alumni UK lintas zaman. Saat itu seminar series perdana mengangkat tema “How to Thrive as an individual in industry 4.0”. Pihaknya pun berencana menggarap dalam setahun beberapa kali event seminar seperti ini.

Buat akun Youtube IABA

Next dengan ramainya beberapa activity IABA, para pelajar di UK ini Kita akan buat akun youtubenya IABA.  To share, to learn and to connect tujuan dari seminar series IABA.

Saat ini fokus seperti apa yang sedang Anda geluti?

Dengan disipilin ilmu yang dipelajari, manjamen bisnis ini menjadi cikal bakal kesuksesan usaha saya dalam meneruskan usaha keluarga yang pernah dibangun. Saya bergabung di perusahaan ayah sudah dua tahun empat  bulan bergerak di bidang jasa sekuriti, cleaning service, vale dan parking nama perusahaannya PT Reborn Cleaning System, SLI 88, dan Jaya Anugerah Purnama.

Kendala seperti apa yang ditemui dalam merintis bisnis keluarga?

Saya fokusnya mengembangkan usaha orang tua, apa yang harus dibenahi secara internal. Saya sering kali ketemu orang-orang yang meneruskan usaha orang tua, kadang kendala eksternal seperti di klien, sementara kendala internal mungkin soal pandangan pemikiran. Kebanyakan sumbangsih 80 persen income  dari Cleaning System, mitranya seperti Pakuwon Group, Astra internasional. Kita ada 10 lokasi kantor, dan kita mengelola 6.000-an pekerja.

Penulis:

Baca Juga