2020, Aksi Satu Puntung Sejuta Masalah Berlanjut Hingga 26 Kota

Beritakota.id, Jakarta - Belum genap sebulan sejak kampanye serentak #SatuPuntungSejutaMasalah diluncurkan pada 24 November, sudah terkumpul lebih dari 200 ribu puntung rokok. Tercatat 75 organisasi dan komunitas anak muda di 26 kota di Indonesia menggerakkan kampanye ini, dengan melibatkan 700 orang, dimana sebagian besar mereka adalah anak muda usia 14-25 tahun.

Banyaknya organisasi dan komunitas pemuda yang terlibat dalam kampanye ini menunjukkan mulainya tingginya kesadaran anak tentang bahaya rokok. Rama Tantra, juru bicara Gerakan Muda FCTC menyatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan selama aksi #SatuPuntungSejutaMasalah cukup berhasil menanamkan kesadaran bahwa puntung rokok sebagai simbol banyaknya orang merokok dan banyaknya permasalahan yang ditimbulkan akibat rokok.

“Karena memang ada hubungan yang sangat erat antara banyaknya limbah puntung rokok di Indonesia dengan konsumsi rokok yang tinggi. Indonesia adalah negara urutan ketiga perokok tertinggi di dunia dengan jumlah perokok aktif mencapai 90 juta orang,” tegas Rama.

Ia mengutip data Tobbaco Control Support Center pada 2015, konsumsi rokok rata-rata per orang per hari pada 2013 sebanyak 12,3 batang atau 369 batang per bulan, atau 12-13 batang/hari/orang (Riset Kesehatan Dasar, 2018)

“Edukasi tentang banyaknya permasalahan yang ditimbulkan akibat rokok cukup gencar dilakukan selama 1 bulan aksi #SatuPuntungSejutaMasalah. Sosialisasi dilakukan pada saat kampanye kepada masyarakat di sekitar lokasi aksi, dibantu publikasi di media online, dan diamplifikasi melalui media sosial. Bahkan kami juga menggalang relawan aksi di seluruh kota di Indonesia melalui program detektif #SatuPuntungSejutaMasalah,” kata Rama.

Sehingga, kampanye yang awalnya diinisiasi 20 anak muda di 20 kota ini meluas, hingga sudah melibatkan 700 orang pemuda. Aksi #SatuPuntungSejutaMasalah awalnya diinisiasi Pembaharu Muda FCTC, yakni 20 anak muda dari 20 kota yang aktif melakukan aksi mendukung pengendalian tembakau untuk melindungi anak Indonesia dari dampak rokok, melalui aktivitas berbasis media sosial.

Bentuk kampanye yang dilakukan Pembaharu Muda adalah bersama-sama teman, organisasi dan komunitasnya memungut sampah puntung rokok di sejumlah lokasi tempat mereka beraktivitas. Ada yang melakukan aksi di area Car Free Day, terminal, stasiun, taman kota, taman bermain anak, stadion olahraga, pantai, perumahan, serta jalan raya di sekitar kampus dan sekolah.

Puntung rokok yang terkumpul lalu ditimbang dan didokumentasikan, serta foto kegiatan diupload di media sosial pribadi, organisasi dan komunitas menggunakan hashtag #SatuPuntungSejutaMasalah dan #PilihBicara dengan menandai ke akun @fctcindonesia.

Belum genap sebulan sejak kampanye serentak #SatuPuntungSejutaMasalah diluncurkan pada 24 November, sudah terkumpul lebih dari 200 ribu puntung rokok.

Sebanyak 9 orang Pembaharu Muda (PM) memulai aksi #SatuPuntungSejutaMasalah di 9 Kota pada 24 November. Mereka adalah Yokbet Merauje (PM asal kota Jayapura), Janitra Hapsari, (Yogyakarta), Sarah Haderizqi Imani (Tangerang), Askari Banaali (Luwuk, Banggai), Raja Pangestu (Surakarta), Sarah Muthiah Widad (Bogor), Ria Dian Agustia Ningsih (Surabaya), Julio (Banjarmasin), dan Ahmad Abdan Syukron (Mataram).

Lalu aksi #SatuPuntungSejutaMasalah berlanjut ke 2 kota pada awal Desember. Ada Priska Maya Putri (PM kota Jakarta) dan  Annysa Kurnia Sandra (PM kota Padang) yang sama-sama melakukan aksi pungut puntung rokok di sekitar stadion olahraga. Pilihan melakukan aksi di lokasi tersebut didasari keprihatinan masih banyaknya orang merokok di sarana olahraga yang ramai dikunjungi keluarga bersama anak-anak pada akhir pekan.

Kini, di pekan ketiga Desember, aksi #SatuPuntungSejutaMasalah berlanjut ke kota Ternate, Cibinong, dan Solo. Serta dilakukan kembali di Jakarta, di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Kalijodo, Kampus UIN Jakarta, dan area Taman Pandang, Monas, Jakarta Pusat (21/12/2019).

Desiana Indah Prameswari, Pembaharu Muda kota Solo, melakukan aksi  bersama 100 pegiat Forum Anak Kota Solo. Mereka menggelar aksi bersih-bersih memunguti puntung rokok di Taman Balekambang, dan 9 taman bermain anak lainnya di kota Solo. Puntung rokok yang terkumpul lalu dimasukkkan ke dalam botol air mineral, dan terkumpul 10 botol penuh berisikan puntung rokok.

Pilihan untuk melakukan di taman bermain, kata Desiana, sebagai wujud kepedulian anak muda untuk mendukung Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kota Solo. “Kami ingin memastikan apakah warga mematuhi Perda yang baru saja disahkan. Sebab taman bermain adalah salah satu wilayah KTR yang diamanahkan oleh Perda KTR,” kata Desiana.

Ia menyayangkan belum adanya spanduk larangan merokok atau bebas asap rokok di taman bermain anak, padahal berdasarkan Perda KTR kota Solo taman bermain ditetapkan sebagai KTR.

Sarah Muthiah Widad dan Priska Maya (Pembaharu Muda kota Bogor dan Jakarta) berkolaborasi dengan Komunitas Aksi Kebaikan melakukan aksi di sekitar kampus UIN, Jakarta. Selama kurang lebih satu jam, puluhan anggota komunitas melakukan pemungutan puntung rokok di area sekitar kampusnya, dan berhasil terkumpul 8.561 puntung rokok.

“Komunitas Aksi Kebaikan adalah sekelompok mahasiswa UIN Jakarta yang memperjuangkan 100 persen KTR di sekitar kampus UIN Jakarta,” kata Sarah Muthiah. Ia menambahkan aksi ini sebagai landasan advokasi kepada pejabat rektorat UN Jakarta untuk mengimplementasikan SK Rektor bahwa UIN Jakarta sebagai KTR.

Muhammad Rachman Afandi, Pembaharu Muda kota Ternate melakukan aksi pungut puntung rokok di area sekitar Taman Nukila, sebuah taman kota yang ramai dikunjungi warga Ternate di sore hari dan di akhir pekan.

Ia berkolaborasi dengan Gerakan Pramuka, dan berhasil mengumpulkan sebanyak 1.634 puntung rokok hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Di Cibinong, para relawan YHP melakukan aksi di area stadion Pakansari Cibinong. Sedangkan komunitas Traditional Games Returns (TGR) dan Puan Muda melakukan aksi di sekitar RTH Kalijodo, dan berhasil mengumpulkan 2.821 puntung rokok.

Dan puncaknya, pada sabtu (21/12/2019), 100 relawan dari 35 komunitas anak muda melakukan aksi dukungan dengan menggelar kampanye “Kesetiakawanan untuk Satu Puntung Sejuta Masalah”, dan melakukan pemungutan puntung rokok di sekitar area Taman Pandang, Monas, Jakarta Pusat.

Rama Tantra menegaskan, aksi yang diinisiasi 20 Pembaru Muda FCTC telah menginspirasi komunitas anak muda di seluruh Indonesia. Karena itu, aksi #SatuPuntungSejutaMasalah akan dilanjutkan pada tahun 2020.

“Kami optimis akan lebih banyak lagi anak muda di Indonesia terinspirasi untuk mengajak komunitasnya melakukan edukasi bahaya rokok,” kata Rama.

Sarah Muthiah menegaskan Pembaharu Muda siap berkolaborasi dengan banyak komunitas di tahun 2020 untuk melanjutkan aksi #SatuPuntungSejutaMasalah. “Karena persoalan puntung rokok hanya bisa ditanggulangi dengan Reduce, yaitu mencegah munculnya puntung rokok dengan mengurangi atau tidak mengkonsumsi rokok,” tegasnya.

Pembaharu muda, kata Sarah, mendukung pemerintah membuat satu regulasi yang komprehensif mengatur sejuta masalah yang ditimbulkan dari puntung rokok. Mulai dari pelarangan iklan, promosi dan sponsor rokok, menaikan harga rokok semahal-mahalnya, membatasi akses mendapatkan rokok dan  menerapkan Kawasan Tanpa Rokok.

(Fdl)

Penulis:

Baca Juga