Menkop Fokus Terapkan Tiga Strategi Nasional Pengembangan KUMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama jajaran kerja lingkungan Kemenkop dan UKM dalam konferensi persnya Rencana Kerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2020, di Gedung Smesco Indonesia, Rabu (8/1/2020).

Beritakota.id, Jakarta -  Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan  tiga pilar Strategi Nasional Pengembangan KUMKM, yakni Kapasitas Usaha dan Kompetensi UMKM, Lembaga Keuangan yang Ramah bagi UMKM, Koordinasi Lintas Sektor untuk mendukung Ekosistem UMKM.   

Melalui tiga pilar strategi nasional pengembangan KUMKM, disusun enam  program strategis    yakni  1. Perluasan akses pasar; 2.  Meningkatkan daya saing produk dan jasa; 3. Pengembangan kapasitas dan manajemen SDM usaha; 4.  Akselerasi pembiayaan dan investasi; 5 Kemudahan dan kesempatan berusaha; 6. Koordinasi lintas sector.

Untuk menjangkau perluasan akses pasar, Kemenkop telah meminta agar produk UMKM menjadi prioritas pengadaan barang dan jasa di K/L, BUMN dan pemerintah daerah. Karena itu, segera dilakukan revisi aturan produk yang masuk dalam e-catalog.

Kementerian Koperasi dan UKM juga mengembangkan model-model kemitraan antara KUMKM dan usaha besar untuk produk unggulan di setiap daerah, antara lain udang, kopi, sapi perah, pisang, modest fashion, halal food, home decor, budidaya udang, indigenous product dan lainnya.

Termasuk koperasi berbasis komunitas, seperti koperasi mahasiswa, koperasi pesantren dan lainnya. Model kemitraan didukung dengan akses pembiayaan melalui KUR, skema kredit investasi di perbankan, pembiayaan non-bank, pembiayaan lintas K/L CSR BUMN.

Target dalam waktu dekat membangun rumah produksi bersama di sentra industri kecil dan menengah yang melibatkan koperasi, swasta atau pemda. UMKM dapat memproduksi barang secara bersama dengan kualitas dan brand yang kuat.

Pada tahun ini, pengembangan produk KUMKM dilakukan di destinasi pariwisata khususnya di lima destinasi wisata super prioritas, yakni Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo), Kabupaten Lombok Tengah (Mandalika),  Kabupaten Toba Samosir (Danau Toba), Kabupaten Magelang (Borobudur), Kabupaten Minahasa (Likupang) dengan membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berikut mengembangkan bisnis model yang berkelanjutan. (Ahmad Fadli)

Penulis:

Baca Juga