Khoe Ribka Berani Tampil Beda Hadapi Persaingan Hotel

  • Bagikan
Ribka Khoe
Ribka Khoe, pemilik Amos Cozy Hotel

Beritakota.id, Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis perhotelan membuat pihak hotel menyiasati startegi bisnis mereka untuk tetap bisa survive. Terlebih dengan maraknya tren berplesir dengan bujet murah melalui platform penyedia akomodasi penginapan terjangkau karena itu perhotelan dituntut memiliki selling point tersendiri.

Kali ini redaksi berkesempatan mewawancarai pemilik Amos Cozy Hotel di bilangan Melawai, Jakarta Selatan, Khoe Ribka pada pertengahan Januari 2020 lalu. Pihaknya optimis industri perhotelan tahun ini akan bergairah seiring  beroperasinya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang melintasi  kawasan Blok M, seperti Blok M Square dan Blok M Plaza. Karena Amos Cozy merupakan hotel bisnis yang 70 persen okupansinya berasal para pebisnis atau instansi/ lembaga pemerintah maupun swasta yang melakukan bisnisnya di Jakarta.

Selain itu, menurutnya dalam pembangunan Amos Cozy Hotel visinya berani tampil beda, jadi menampilkan sesuatu yang berbeda yang tidak sama dengan yang lain. Amos Cozy terinspirasi hotel di luar negeri, khususnya di Amerika kalau hotel konsep penjara saja disana ramai dan menjadi daya tarik, kenapa tidak diaplikasikan dengan konsep berbeda di Indonesia. Alhasil Amos Cozy sendiri mengusung konsep tematik elegant dalam dekorasi hotelnya. Dimana setiap ruangan dan kamar hotelnya memiliki tema tema tersendiri.

Amos Cozy Hotel visinya berani tampil beda, jadi menampilkan sesuatu yang berbeda yang tidak sama dengan yang lain. (Foto: Beritakota.id)

Bahkan dalam perkembangannya, Amos Cozy Hotel tidak hanya menampilkan tematik bergaya Eropa saja, tapi tematik ke-Indonesiaan pun ada seperti kamar hotel bertematik Jawa, Sunda, Bali dan Papua itu yang merepresentasikan kamar nasional. Sementara kamar internasional ada China, Korea, Jepang, Hongkong, Mesir dan lainnya.

“Kami ingin supaya ada keseimbangan jadi orang-orang internasional bisa melihat otentitas lokal dan sebaliknya,” ujarnya

Amos sendiri memiliki akronim dari “Aku Memang Orang Sukses” jadi pihaknya menginginkan siapa pun yang hadir dan menginap dimari menjadi sukses dan Cozy sendiri merupakan kenyamanan pihaknya ingin menghadirkan rasa yang nyaman bagi para tamu-tamu hotel dengan layanan one stop service.

Amos Cozy Hotel memiliki 99 kamar, 20 meeting room, dan setiap meeting room berbeda , dan tematik juga. Sementara untuk Convention Hall memuat 500 orang dengan standing party. Meeting room dibuat 10 pax hingga 100 pax. Dan terdapat kolam renang besar di lantai atas.

Kian optimis dengan konsep yang diusung, Amos Cozy berniat menambah jaringan bisnis hotelnya tahun ini. Dua hotel yang akan dibangun yaitu di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah pada semester kedua tahun ini.

“Konsepnya sedikit berbeda tapi dasarnya sama. Kami tetap tampil beda di daerah sesuai kebutuhan. Tidak bintang empat tapi bintang tiga pelayanan bintang empat,” ucapnya.

Khoe Ribka sendiri aktif di berbagai organisasi profesi seperti Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Kadin, PHRI dan organisasi sosial Lions Clusb.

Pada akhirnya semua itu membutuhkan keseimbangan, apa yang bisa berikan disalurkan melalui organisasi, apa yang bisa dikontribusikan  disampaikan melalui kegiatan kegiatan sosial maupun keagamaan melalui bisnis hotel ini atau pun lewat organisasi wanita-wanita pengusaha di Jakarta Selatan.

Untuk Amos Cozy Hotel sendiri dalam satu tahun selalu mengadakan event, baik lewat event CSR dari Amos atau melalui lembaga kita seperti mengadakan santunan dan berbuka puasa bersama anak yatim piatu, yang juga menggandeng kerjasama dengan Pemprov Jakarta Selatan atau Walikota Jakarta Selatan, begitupun menjelang Natal dan Tahun Baru dan juga untuk kegiatan donor darah yang kerap kita adakan,” ungkapnya

Lantas apa filosofi bisnis bagi seorang Ribka Khoe yang telah sarat pengalaman ini ?  Bagi Khoe Ribkha sangat sederhana yaitu suatu kepercayaan, tidak lepas dari intergrity atau intergritas. Dan intergritas tidak lepas dari karakter. Karakter itulah yang membentuk seseorang untuk bisa dipercaya.

“Jadi sederhana saja yang namanya berbisnis kita harus mempunyai intergrity yang baik, yang bisa dipercaya, baik untuk mitra kerja kita maupun untuk karyawan kita dan diri kita sendiri,” jelas Khoe Ribkha lagi.

Untuk bisnis itu adalah 3 C yaitu Character, Capacity, dan Chemistry, tambah Ribkha, suatu bisnis itu harus mempunyai chemistry. Seperti kita mempunyai bisnis hotel ini, kita harus punya chemistry dengan hotel, menyangkut pelayanan dan dapat memberikan sesuatu bagi pelanggan itu, tidak lepas. Chemistry didalam satu bisnis harus mempunyai didalamnya capacity, apakah kita mempunyai capacity yang memadai atau tidak. Karena kebanyakan orang ingin berbisnis besar tapi kapasitasnya tidak memadai.

Isi Me Time dengan Olahraga dan Berkebun

Me Time atau waktu luang bagi dirinya adalah waktu yang diciptakan sendiri bukan diciptakan, jadi prinsip saya setiap setiap bangun pagi, berdoa, jalan pagi 3 kilo, setelah jogging track saya masih berenang setelah itu berkebun.

Saya suka gardening, dirumah saya ada taman indoor dan outdoor. Semua tamanan saya urus sendiri, interaksi dengan pohon itu bisa merefresh . pohon pun seperti manusia kalau di rawat pertumbuhannya bagus sekali dan indah, kalau tidak dirawat bahkan bisa mati.

 

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *