KAI Prediksikan Jumlah Penumpang Mudik Lebaran Naik 5 Persen

Beritakota.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperkirakan jumlah penumpang kereta api pada mudik Lebaran 2020 naik lima persen, lebih kecil dari kenaikan lebaran 2019 yang 9,2 persen. Saat itu KAI menargetkan kenaikan jumlah penumpang hanya 5,6 persen.

“Ketersediaan tempat duduk tambah dua persen, kalau penumpang mungkin naik 4-5 persen seperti tahun-tahun lalu," kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, seusai meresmikan Loko Coffee Shop di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).

Jumlah total penumpang bisa melebihi ketersediaan tempat duduk karena penumpang kereta api bersifat dinamis. Maksudnya, dalam kereta api Jakarta menuju Surabaya, misalnya, ada penumpang yang turun di Semarang, lalu ada penumpang lain yang naik dari kota itu. Jadi satu tempat duduk dalam satu rangkaian kereta api bisa terdiri atas dua penumpang.

Total penumpang angkutan kereta api selama Lebaran 2019 tercatat 6,8 juta penumpang, naik dari 6,2 juta (Lebaran 2018).

Tahun 2019, KAI mengoperasikan beberapa kereta baru, seperti Prabujaya, Joglosemarkerto, Galunggung, Pangandaran, Dolok Martimbang, Pangrango-2, dan Ciremai-2). Selain itu, ada pula kenaikan kereta tambahan menjadi 60 kereta, dari sebelumnya 48 kereta (2018).

Kenaikan jumlah penumpang kereta api juga didorong program mudik gratis yang digelar pemerintah dan swasta. Lebaran 2019, mudik gratis membawa 199.000 penumpang, naik 23,5 persen dari tahun sebelumnya. “Limpahan dari angkutan udara tak bisa kami hitung spesifik, tapi kami pastikan ada limpahan dari angkutan udara," kata Edi.

Mulai bisa pesan tiket mudik

Mulai 14 Februari 2020 pukul 00.00 WIB, PT KAI mulai menjual tiket mudik untuk KA Reguler masa Angkutan Lebaran 1441 H, di web KAI, aplikasi KAI Access, dan seluruh kanal penjualan resmi KAI.

“Pastikan pemesanan tiket Lebaran melalui channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI. Tujuannya untuk menghindari penipuan, gangguan sistem, atau adanya biaya jasa yang tidak wajar,” kata Edi, 11 Januari 2020 lalu.

KAI mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung channel penjualan tiket dengan menambah kapasitas server dan bandwidth, dua kali lipat dari hari biasa.

redaksi mencoba mengakses situs web KAI dan booking.kai.id pada Sabtu dan Minggu (16/2/2020) dan mendapatkan situs tersebut kerap macet dan otomatis menuju halaman bertuliskan, “MOHON MAAF. Sistem Sedang Sibuk. Terima Kasih Atas Pengertian dan Kesabaran Anda. Silahkan Menunggu Beberapa Saat.”

KAI menegaskan selama masa mudik lebaran harga tiket tidak naik.

PT KAI Daerah Operasional I Jakarta mengoperasikan 67 KA Reguler, yang terbagi 37 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, 27 KA dari Stasiun Pasar Senen, dan 3 KA dari Stasiun Jakarta Kota.

“Ketersediaan tempat duduk dalam kurun waktu 22 hari masa Angkutan Lebaran 14 Mei-4 Juni 2020 untuk keberangkatan KA Reguler di area Daop 1 Jakarta tersedia sebanyak 879.736 tempat duduk,” kata Kepala Humas Daops I, Eva Chairunisa, di Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Tahun ini Daops I Jakarta mengoperasikan lima kereta api baru, yaitu KA Anjasmoro, Dharmawangsa, Turangga, Argo Wilis, dan Malabar.

Pada lebaran 2019, KAI menyediakan 2.870.766 tiket perjalanan yang terdiri dari kereta api reguler dan tambahan, terdiri atas 406 perjalanan, sudah termasuk 50 perjalanan KA Lebaran Tambahan. (Poppy)

Penulis:

Baca Juga