Transformasi Gaya Bekerja dengan Kekuatan AI

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta –Kita dengan cepat mendekati masa di mana akan lebih banyak orang yang dapat hidup lebih dari seratus tahun. Namun, pada saat yang sama, ada kekurangan tenaga kerja karena tingkat kelahiran yang rendah dan populasi yang menua.

RPA (Robotics Process Automation) ⁠ — menggunakan robot untuk mengotomatisasi proses kerja⁠ — telah disebut-sebut sebagai suatu cara yang memungkinkan baik untuk menjawab defisit tenaga kerja bersamaan dengan meningkatkan produktivitas melalui perubahan cara kita bekerja. RPA telah diperkenalkan di bidang keuangan dan bidang lainnya, menghasilkan hasil yang luar biasa dalam mengotomatisasi pembuatan dokumen dan pekerjaan data entry.

Namun demikian, banyak perusahaan masih perlu melakukan tugas-tugas seperti mencatat risalah rapat dan menyalin pidato. Sementara AI dan perangkat lunak yang secara otomatis mengubah ucapan ke teks sudah tersedia di pasaran, mengonversi ucapan ke teks secara akurat masih perlu dilakukan secara manual.

Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah ini dan membantu menciptakan lingkungan yang mudah untuk bekerja? Toshiba memberikan jawaban dengan AI pengenalan suara yang baru dikembangkan.

Kami meminta Bp. Ashikawa dan Bp. Fujimura dari Pusat R&D Perusahaan Toshiba, yang mengembangkan AI, untuk memberi tahu kami lebih banyak tentang sejarah pengenalan ucapan menggunakan AI dan terobosan yang mereka buat selama pengembangan.

Toshiba memiliki sejarah dalam bekerja pada kecerdasan media, suatu bidang yang memanfaatkan suara dan gambar manusia yang telah melaluii pemrosesan informasi. fondasi yang telah perusahaan semaikan di bidang itu selama bertahun-tahun memainkan peran besar dalam penciptaan AI pengenalan suara ini.

Toshiba pertama kali mulai mengembangkan AI pada tahun 2015. Pada saat itu, ada peningkatan momentum di seluruh dunia dalam bidang aksesibilitas informasi, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang yang tuli dan sulit mendengar untuk mengakses dan memasukkan informasi. Toshiba telah memulai “Sistem Penasihat Desain Universal (UD – Universal Design)” sejak 2007 untuk memungkinkan karyawan penyandang cacat berpartisipasi dalam pengembangan produk. Perusahaan percaya untuk mendorong keragaman dan inklusi di tempat kerja dan mengembangkan produk serta layanan yang ramah UD selama bertahun-tahun.

“Ketika kami mewawancarai orang-orang dengan gangguan pendengaran di UD Advisor System, kami mengetahui bahwa mereka ingin berpartisipasi dalam rapat dan kuliah secara real time, dan tidak hanya membaca transkrip yang disediakan kemudian. Jadi kami mencoba menyediakan fungsi yang secara otomatis akan menampilkan subtitle yang mudah dibaca secara real time.Untuk membantu para tuna rungu dalam mengumpulkan dan memberikan informasi, kita perlu melakukan dua hal: memperluas aksesibilitas informasi bagi para tuna rungu, dan meningkatkan produktivitas. Pengembangan pengenalan wicara AI dimulai dari pemikiran atas dua poin ini. ” (Ashikawa)

 

(Advertorial)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *