Rendahnya Literasi Di Indonesia, Mendagri Tekankan Penguatan Akses Minat Membaca

Jakarta, Beritakota.id - Menteri Dalam Negeri, Prof.Dr. Tito Karnavian resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2020 , Dengan Mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas Pustakawan dalam Penguatan Budaya Literasi Untuk Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju".

Dalam sambutannya Menteri Dalam Negeri, mengatakan perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM).

"Untuk mewujudkan SDM yang unggul tentunya minat membaca masyarakat harus ditingkatkan terutama di desa desa",katanya di Jakarta, (25/2/2020).

Kita ketahui lanjutnya, Jika rendahnya literasi akan menjadi masalah dalam kaitannya dengan pembangunan SDM yang unggul, inovatif, dan memiliki kreativitas.

"Dari berbagai data survei, Indonesia tingkat literasi terendah dari negara yang ada seluruh dunia yang mengartinya niat baca kita terlalu rendah",ujarnya.

Bahkan menurutnya lagi , minat baca yang kurang karena kurangnya akses untuk membaca mendapatkan buku yang kurang tersedia dan kedua tidak tersedianya akses di wilayah terpencil .

" Indonesia itu penduduk yang terbanyak itu ada di desa desa bukan di kota kota besar dan inilah harus menjadi perkerjaan rumah untuk memberikan akses yang memadai",jelas Tito.

Di kesempatan yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan, yang akan menjadi fokus pembahasan rakor adalah soal tenaga pustakawan.

“Rakor tersebut bawah dilakukan Perpusnas dalam posisi mandatori Undang-undang 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, dan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah daerah, kami sebagai pembina teknis mengoordinasi, mengakselerasi sejauh mana perkembangan perpustakaan di Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sekarang tidak perlu lagi ribut-ribut soal rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Tetapi yang menjadi penting adalah membangun kegemaran masyarakat dalam membaca dapat dilakukan dengan cara memenuhi hak masyarakat untuk membaca.

“Pentingnya membangun kegemaran masyarakat yang sebenarnya meningkatkan indeks literasi. Kita beraharap semua bisa memahami, tidak penting lagi kita ribut soal kegemaran membaca itu rendah,” jelasnya.(eh)

Penulis:

Baca Juga