Museum Islam Sejarah Rasulullah Resmi Dibangun di Ancol

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam dan Peradaban Islam.

Beritakota.id, Jakarta –  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasalam dan Peradaban Islam. Gedung museum tersebut dibangun bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Liga Dunia Islam, dan Yayasan Wakaf As-Salam Saudi Arabia di kawasan Pantai Ancol Timur, Jakarta Utara.

Peletakan batu pertama atau ground breaking dilakukan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla, dan Sekjen Liga Dunia Islam, Syaikh Muhammad Abdul Karim Al-Isa. “Pemprov DKI mendukung penuh dengan memfasilitasi lahan beserta infrakstrukturnya untuk pembangunan museum ini,” ujar Anies di lokasi, Rabu (25/2).

Ia mengingatkan agar pembangunan museum ini dapat terlaksana dengan baik. “Museum ini akan menjadi pelengkap ikon di Jakarta. Sebab, ini akan menjadi Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam pertama dan terbesar di dunia, yang letaknya di luar Saudi Arabia, yaitu di kawasan Pantai Ancol Timur,” sambungnya.

Menurut Anies kehadiran museum ini akan menjadi ikon keislaman di Jakarta pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. “Kami sendiri di Ancol juga sedang membangun Masjid Apung. Jadi, nanti ketika ini selesai di kawasan Ancol, akan ada dua ikon muncul bersama. Di sisi barat, ada masjid yang dibangun di atas laut, namanya Masjid Apung, dan di sisi timur ada Museum Rasulullah. Insya Allah, di sini akan ada lebih dari 100 menu makanan Rasulullah akan disiapkan di tempat ini,” ungkapnya.

Anies turut menyampaikan apresiasi lantaran kota Jakarta terpilih menjadi tempat berdirinya museum fenomenal ini. “Sungguh keberkahan bagi kami di Jakarta, Indonesia menjadi tuan rumah Museum Internasional Sejarah Nabi terbesar di dunia. Satu-satunya yang dibangun di luar Saudi Arabia. Kita lebih bersyukur lagi, Jakarta menjadi tuan rumah dan Sekjen Liga Dunia Islam mempercayakan kepada kita untuk merawat serta mengembangkan museum ini,” papar Anies.

Menurutnya, Allah SWT memberikan takdir-Nya, museum ini dibangun di pesisir Jakarta, di mana dulu kehadiran umat Islam bermula di kawasan ini.

Perlu diketahui, setelah Penandatanganan Kesepakatan Pendirian Museum ini antara DMI dengan Liga Dunia Islam (Rabithah Alam Al Islam) dan Yayasan Wakaf As-Salam Saudi Arabia di Jeddah pada 30 September 2019 lalu, lalu dilakukan pula Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara DMI dengan Pemprov DKI Jakarta tentang Penyediaan Lahan Pendirian Museum dimaksud pada 31 Januari 2020. Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Jusuf Kalla dan Gubernur Anies.(Ahmad Fadli)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *