Tingkatkan Penjualan, NK Emas Kembali Jajaki Kerja Sama dengan KPPD DKI

NK Emas
NK Emas, Navin Kumar

Beritakota.id, Jakarta - NK Jewellery kembali menjajaki kerja sama bersama Koperasi Pegawai Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk yang kedua kalinya. Kerja sama untuk mempermudah para ASN untuk memiliki investasi dalam bentuk logam mulia atau berlian yang tidak tergerus akan inflasi.

Owner dari NK Jewellery, Navin Kumar mengatakan ini merupakan kerja sama kedua kalinya dimana setiap event kegiatan dari KPPD Jakarta disitulah NK Jewellery atau NK emas terlibat dalam pemasarannya.

“NK emas harus bergerak bersama koperasi. Terlebih anggota dari KPPD Jakarta mencapai 12.000 orang anggota. Semacam meningkatkan mutually exclusive,” kata Navin Kumar usai ditemui redaksi dalam RAT KPPD DKI Jakarta, di Wisma Antara, Kamis (27/2/2020).

NK emas merupakan anak perusahaan dari NK Jewelry besutan  Navin Kumar Akar yang berlokasi di Komplek ruko Sunter Garden, Blok D8 No 11 A. Jalan Raya Sunter Permai,  Jakarta Utara.

“Kelebihan dari NK Jewelry ini adalah kalau orang mau jual kapan saja di sini bisa jual beli kita terima balik juga kalau kapan mau tukar tambah juga bisa karena setiap pembelian perhiasan di NK Jewelry mendapatkan sertifikat. Untuk lebih memudahkan para calon konsumen kami akan membuka 12 toko di seluruh Jakarta,” ujarnya

Ia mengatakan NK Emas terbagi menjadi 4 usaha, resources, manufacturing, export dan retail. Resources yaitu bahan baku yang di pergunakan merupakan hasil tambang yang berasal dari kota-kota besar di Indonesia yaitu Jawa,Sulawesi,Papua dan Kalimantan.

Manufacturing yaitu NK Emas merupakan produk dari hasil produksi pabrik kami yang ada di Jakarta,Bali dan Hongkong. Export yaitu Selain melakukan penjualan di dalam Negeri,NK Emas juga melakukan penjualan keluar Negeri salah satunya adalah Singapura,Thailand,India,Eropa dan Amerika Serikat.

Retail yaitu Saat ini NK Emas produk yang paling sangat diminati dan dipergunakan oleh masyarakat luas baik perhiasan Emas,Perak,Berlian maupun Logam Mulia (LM).

Sementara itu, Ketua Umum KPPD Hasanuddin Bsy mengatakan melalui rapat anggota tahunan ini pihaknya fokus dalam memenuhi kebutuhan anggota. Dalam hal ini utamanya adalah simpan pinjam yang merupakan bisnis utama KPPD.

“Kami senantiasa menghadirkan layanan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan anggota,” kata Hasanuddin saat ditemui di sela RAT KPPD tahun 2019.

Ia mengatakan adapun plafon pinjaman untuk anggota mencapai Rp 150 juta, adapun aset KPPD mencapai Rp 250 miliar dan ekuitas yang mencapai 170 miliar.

Untuk diketahui sepanjang 2018, total Simpanan sebesar Rp167,52 miliar, atau tumbuh 22,2% dibanding 2017 Rp137,04 miliar. Pertumbuhan Simpanan ini sejalan dengan naiknya jumlah anggota KPPD dari 11.130 anggota menjadi 11.277 anggota.

Penulis: Ahmad Fadli

Baca Juga