Petugas TransJakarta Tak Wajib Pakai Masker, Kecuali yang Sakit

Beritakota.id, Jakarta -  Berita mengejutkan mengenai dua warga Depok positif Coronavirus atau Covid-19 di salah satu rumah sakit di wilayah Jakarta, artinya lampu kuning buat warga Ibu Kota untuk melakukan tindakan-tindakan mitigasi baik perorangan maupun secara bersama-sama.

Sebagai penyedia layanan transportasi publik terbesar megapolitan, PT Transjakarta merespon fenomena tersebut dengan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah sekaligus melindungi para penumpangnya.

Bukan hanya penumpang, akan tetapi seluruh karyawan baik manajemen maupun yang ada di lapangan diberikan fasilitas agar terhindar dari penyebaran virus mematikan itu.

"Yang jelas kami sudah imbau jajaran TransJakarta agar selalu jaga kesehatan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) merangkap Direktur Tehnik & Fasilitas TransJakarta, Yoga Adiwinarno, saat wawancara dengan RRI, Senin (2/3/2020) malam.

Langkah pencegahan agar tidak tertular atau terjangkit Covid-19 adalah menjaga kekebalan tubuh. Caranya, tubuh harus selalu sehat dengan cara meningkatkan pola hidup bersih serta makan teratur agar tidak mudah terserang virus atau kuman-kuman yang nantinya dapat berujung tertular Coronavirus.

TransJakarta mengimbau pelanggan atau para karyawannya agar selalu cuci tangan dengan cairan antiseptik sebelum masuk halte TransJakarta. Dan jika merasa tidak sehat entah karena batuk atau pilek (flu), bisa meminta fasilitas masker gratis di halte atau koridor.

"Petugas kebersihan disediakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan karet. Itu guna memastikan mereka tidak langsung bersentuhan dengan hand grip dan tiang," ujarnya menambahkan.

Akan tetapi, Yoga memastikan, hand grip maupun tiang pegangan di dalam bus TransJakarta aman untuk siapapun, dari penumpang, petugas halte dan kebersihan yang ada di halte. Karena manajemen TransJakarta memastikan kebersihan dan sterilisasi interior armada setiap hari.

"Jadi kami juga fokus interior bus, seperti hand grip maupun tiang-tiang di dalam bus. Mulai malam ini saat pencucian rutin, kami siapkan cairan disinfektan," kata Yoga lagi.

Mulai Senin malam, menjelang operasional Selasa pagi dan seterusnya, interior bus TransJakarta dibersihkan dengan cairan disinfektan, terutama bagian hand grip, tiang, bangku serta lantai. Hal itu dilakukan agar bersih dan steril dari kuman-kuman dan virus penyakit.

"Hand grip dan tiang itu jadi fokus utama, karena selalu dipegang penumpang secara bergantian," tambahnya.

Bukan hanya di Depo saja interior bus dibersihkan. Menurut Yoga, saat di halte bus nantinya setiap hari, petugas akan rutin menyeka hand grip dan tiang pegangan di dalam bus dengan cairan disinfektan agar selalu steril untuk dipegang penumpang.

"Jadi di Depo, interior dibersihkan cairan disinfektan seluruhnya. Sedangkan nanti di lokasi, di setiap halte, fokus hanya hand grip dan tiang dalam bus saja. Begitu terus dilakukan," tandasnya.

Penulis: Glery Lazuardi

Baca Juga