Kemenkop dan UKM Kaji Model Bisnis Pengembangan KUMKM Kota Tual

  • Bagikan
UMKM
Foto Ilustrasi UMKM

Beritakota.id, Jakarta –Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Pembiayaan memberi perhatian untuk pembangunan ekonomi masyarakat Kota Tual, Provinsi Maluku Tenggara. Deputi Bidang Pembiayaan Hanung Harimba Rachman sangat berharap koperasi dan UMKM dapat berkembang untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Tual.

Saat menghadiri Workshop Pembangunan Kota Tual dengan tema Mewujudkan Kota Tual Kepulauan Layak Huni Berbasis SDG’s, Deputi Bidang Pembiayaan mendapatkan masukan tentang perkembangan KUMKM di Tual. Workshop diselenggarakan, (2/3/2020) di Kota Tual yang dihadiri Usman Tamnge, Wakil Wali kota Tual, Ketua dan anggota DPRD Kota Tual, Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR.

“Ada permasalahan KUMKM di Tual, mulai dari SDM yang masih rendah, daya saing rendah dan belum tersentuh pembangunan digital,” kata Hanung, terkait kehadirannya dalam workshop tersebut, Jumat (6/3/2020).

Ia menegaskan pemerintah memberikan perhatian terhadap perkembangan UMKM Kota Tual agar tidak tertinggal jauh dengan daerah lainnya. Dijelaskannya, strategi pengembangan KUMKM, dilakukan meningkatkan kualitas produk KUMKM, memperbaiki iklim usaha, membuka akses pasar, meningkatkan kapasitas SDM dan strategi lintas sektor.

Untuk itu, Pemda Kota Tual diminta menetapkan komoditi unggulan berbasis sumber daya alam yang ada di Tual, khususnya perikanan dan pertanian. Dengan dipilihnya komoditi unggulan dapat dilakukan kajian model bisnis yang paling tepat untuk mengembangkan usahanya.

“Kemenkop dan UKM akan membantu memformulasikan model bisnisnya. Hal ini, terkait dengan skema pembiayaan dan bagaimana akses pasarnya. Dalam waktu dekat segera kami akan turun lagi mempelajari dan melihat langsung kondisi KUMKM di Tual,” kata Hanung.

Hanung mengatakan Kemenkop dan UKM mendukung dengan berbagai program diantaranya pembiayaan KUMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen, dana bergulir lewat LPDB serta dukungan wirausaha pemula bagi pelaku usaha yang potensial. Workshop tersebut diselenggarakan untuk mendapatkan masukan dan menumbuhkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi daerah, mendapatkan masukan kegiatan pembangunan yang menyentuh lapisan masyarakat, serta pemerataaan pembangunan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *