Akibat Corona, Industri Pariwisata Merugi Rp 21 Triliun

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani ungkap kerugian industri pariwisata selama pandemi Covid-19 mencapai setidaknya 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp21 triliun.

“Angka tersebut terdiri dari risiko kerugian akibat kehilangan pendapatan dari turis Tiongkok senilai 1,1 miliar dolar AS dan sisanya dari wisatawan asal negara lain,” kata Hariyadi dalam diskusi Senior Kadin bertajuk “Mencari Terobosan Recovery Dunia Usaha dan Ekonomi Masa Pandemi dan Saran bagi Pemerintah Pusat & Daerah”, Minggu (26/4/220), malam.

Menurut Hariyadi, sejak pandemi tersebut merebak, tingkat hunian kamar hotel atau okupansi hotel klasifikasi bintang rata-rata hanya menembus 49,2 persen.

Daerah-daerah tujuan pariwisata yang paling merasakan turunnya jumlah wisatawan yaitu Manado, Bali, dan Batam. Data Kemenparekraf, hingga pekan kedua April, juga mencatat sebanyak 180 destinasi dan 232 desa wisata di Indonesia ditutup.

Pria yang menjabat Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini juga mengungkapkan saat ini setidaknya 1.674 hotel dan 500 restoran di Indonesia sudah berhenti beroperasi.

Beberapa hotel sudah melakukan penawaran cuti hingga merumahkan pekerja hariannya. Adapun, pekerja kontrak dan tetap tetap diberikan waktu kerja secara bergiliran.

“Hal ini dilakukan perusahaan agar cashflow, tetap terjaga di mana saat ini perusahaan perhotelan mencoba untuk menjaga pengeluaran untuk pekerja di angka 50 persen dari periode biasanya,” tutup dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *