Ini Dia Cerita Warren Anak Bos MNC Group Yang Memenangkan Lelang Motor Jokowi Rp 2,55 Miliar

Beritakota.id, Jakarta -  Putra bungsu pengusaha Hary Tanoesoedibjo, Warren Haryputra Tanoesoedibjo, telah menyerahkan uang sebesar Rp 2,55 miliar kepada panitia lelang MPR-BPIP untuk mendapatkan motor listrik bertandatangan Presiden Jokowi. Penyerahan uang itu dilakukan pada Jumat (22/5), setelah panitia mengalihkan pemenang lelang motor yang sebelumnya dipegang oleh M Nuh, kepada Warren.

"Hari ini, saya menemani anak saya, Warren Tanoesoedibjo, yang menyerahkan donasinya sebesar Rp 2,55 miliar kepada panitia lelang MPR-BPIP," kata Hary Tanoe dalam akun instagramnya.

Bos MNC Group itu sempat sedikit bercerita bagaimana awal mula putranya mengikuti acara lelang tersebut. Menurut Hary, Warren tergerak hatinya karena ingin ikut membantu warga yang terdampak pandemi virus corona.

"Warren mengikuti lelang sepeda motor listrik Gesits Presiden RI Pak Joko Widodo waktu itu, karena tergerak. Dia ingin memberikan bantuan untuk negara, berkontribusi, karena COVID-19 ini sangat luar biasa," ucap Hary.

"Dia pakai tabungannya dia, dia izin saya. Saya mempersilakan, tapi ternyata saat itu tidak menang, ya, sudah," tambahnya.

Namun setelah pemenang lelang pertama M Nuh diketahui tidak sanggup membayar Rp 2,55 miliar, Warren akhirnya dihubungi oleh panitia. Hary menuturkan, anaknya juga sempat kembali meminta izin untuk membeli motor tersebut. "Ya, saya kembalikan pada dia. Kalau masalah sosial itu, saya pikir hatinya dulu yang harus bicara. Akhirnya, dia putuskan, dia lakukan, maka dia jadi pemenang pada hari ini," ujar Hary.

Hary Tanoe mengaku bangga dengan keputusan yang telah dibuat oleh putra bungsunya itu. Sebab, putranya memiliki cara tersendiri untuk ikut menghimpun dana untuk disalurkan kepada warga terdampak pandemi virus corona.

"Semua ini untuk ikut membantu korban-korban COVID-19 yang luar biasa banyak, termasuk korban ekonominya, karena PHK dan lain-lain," tutur dia.

"Kita ini sekarang dalam menghadapi bencana harus bersama-sama. Harus bergotong-royong. Kita harus bersatu-padu untuk menyelesaikan masalah kita, untuk kebaikan kita bersama," pungkasnya.

Penulis: Poppy

Baca Juga