Terdampak Covid-19, Koppas Kranggan Raih Restrukturisasi Pinjaman Senilai Rp 15 Miliar

Beritakota.id, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kembali memberikan pelonggaran pinjaman berupa restrukturisasi kepada Koperasi Pasar (Koppas) Kranggan, Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 15 miliar.

Pemberian restrukturisasi pembiayaan ini merupakan upaya kementerian membantu para pedagang pasar yang terkena dampak Covid-19. Di mana pendapatan dan omzetnya menurun sehingga tak mampu membayar cicilan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, Koppas Kranggan menjadi salah satu koperasi pedagang pasar yang selama ini memiliki omzet yang cukup baik, namun juga tak berdaya akibat Covid-19. Untuk itu kementerian bersama LPDB membantu koperasi yang kategori sehat untuk tetap bertumbuh saat krisis seperti sekarang.

"Bukan cuma relaksasi pinjaman yang diberikan, tapi juga modal kerja baru. Koperasi simpan pinjam memilki peranan penting bagi permodalan UMKM. Apalagi kategori Koppas ini sehat," imbuhnya saat melakukan kunjungan kerja ke Koppas Kranggan bersama Direktur Utama LPDB Supomo di Jakarta, Jumat (19/6).

Diakui Teten, situasi saat ini berbeda dengan 1998, ketika Indonesia dihadapkan pada krisis keuangan, perusahaan besar tumbang namun UMKM menjadi pahlawan ekonomi bahkan ekspor naik hingga 350 persen. Saat Covi-19, justru UMKM yang paling keras hantamannya.

"Makanya upaya stimulus UMKM ini sangat kita dorong. Kami juga minta dari sisi belanja, pemerintah dan lembara membeli produk UMKM, di mana tiap tahunnya ada potensi senilai Rp 730 triliunan belanja pemerintah, bisa dibeli dari UMKM," terangnya.

Termasuk bantuan sosial baik uang dan sembako. Di mana bantuan sosial diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat, dan sembako dbeli dari pedagang warung, memberdayakan UMKM.

Senada, Dirut LPDB Supomo mengatakan, relaksasi yang diberikan pihaknya berupa penundaann pokok dan bunga selama 12 bulan atau 1 tahun.

"Relaksasi diberikan ke koperasi yang sehat, kepada Koppas Kranggan ini relaksasi senilai Rp 15 miliar. Seharusnya selama 1 tahun nyetor mereka setor sekitar Rp 280 juta, nah sisanya pinjaman sekitar Rp 2,6 miliar bisa dimanfaatkan koperasi untuk memberikan modal ke UMKM," imbuhnya.

Terkait adanya permintaan tambahan pinjaman atau topup, diakui Supomo, Koppas Kranggan mengajukan lagi tambahan dan saat ini tengah diproses sekitar Rp 15 miliar.

"Saat ini ada total 40 koperasi yang mengajukan relaksasi, nanti kami data dan analisa secara simultan baru kami proses dan disetujui," katanya.

Hingga Mei 2020, LPDB juga tetap memberikan pinjaman kepada koperasi yang jumlahnya mencapai Rp 398 miliar. Sampai akhir tahun, pihaknya optimistis target Rp 1,8 triliun dengan tambahan dana dari pemerintah berupa stimulus UMKM Rp 1 triliun bisa dicapai.

Penulis: Ahmad Fadli

Baca Juga