Sekilas Info

Isi Akhir Pekan Pegadaian Gelar Rapid Test Massal Tekan Penyebaran Virus Covid-19

Beritakota.id, Jakarta - Sejalan dengan kebijakan pemerintah, masyarakat Indonesia sedang memasuki fase normal baru (new normal) ditengah penyebaran pandemi Covid-19.

Pemerintah mulai melonggarkan kebijakan terkait mobilitas dan aktivitas masyarakat. Fase normal baru ditandai oleh perubahan perilaku masyarakat agar tetap bisa menjalankan aktivitas dan mobilitas secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sebagai salah satu langkah antisipatif menghadapi penyebaran virus lebih lanjut, PT Pegadaian (Persero) bekerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) memberikan layanan Rapid Test massal secara gratis. Rapid Test diberikan 650 orang dan dilaksanakan selama dua hari yakni Sabtu, 20 Juni 2020 dan Minggu, 21 Juni 2020 di Aula Langen Palikrama Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero).

“Sejak awal penyebaran Covid-19, PT Pegadaian (Persero) telah mengikuti anjuran Pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Berbagai penyesuaian kebijakan operasional telah diambil guna menekan persebaran virus. Menyambut fase normal baru, PT Pegadaian (Persero) telah menerapkan kebijakan shifting bagi para karyawan. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan bentuk peran aktif perseroan dalam menghadapi pandemi Cvid-19, kami memberikan layanan Rapid Test gratis secara massal,” Jelas Damar Latri Setyawan.

Lebih lanjut Damar mengatakan, perseroan juga terus memperkuat koordinasi dengan para stakeholder terkait dalam upaya memenuhi kebutuhan tenaga medis di lapangan. Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan merupakan bantuan yang tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menanggulangi pandemi," tambahnya.

Di lain pihak Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Dr.dr. Fathema Djan Rachmat, SpB, SpBTKV (K), MPH menyampaikan tentang pentingnya pelaksanaan Rapid Test secara menyeluruh. Hal ini dimaksudkan untuk mendeteksi sedini mungkin laju persebaran virus.

“Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Dengan demikian, apabila dari hasil Rapid Test seseorang dinyatakan reaktif maka diharuskan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari dan kemudian menjalani polymerase chain reaction (PCR),” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pegadaian (Persero) yang secara aktif terus memberikan dukungan kepada RSPP dalam menanggulangi pandemi. Sebelumnya PT Pegadaian (Persero) telah menyalurkan sebanyak 1000 protective coverall pada 4 Mei 2020 disusul pemberian sebanyak 500 unit surgical gown pada 5 Juni 2020.

Dengan hasil pelaksanaan rapid test ini, maka dapat ditentukan langkah lanjutan sehingga penularan virus Covid-19 dapat dicegah. Peserta rapid test yang hasilnya reaktif harus melakukan karantina selama 14 hari.

Sedangkan yang unreaktif terus menjaga kesehatan dan melaksanakan protokol new normal seperti physical distancing, pemakaian masker, menghidari kerumunan, dan selalu mencucitangan dengan hand sanitizer atau menggunakan sabun di air yang mengalir.

Penulis: Ahmad Fadli

Baca Juga