Pidato Menteri Teten Dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73, Tiga Hal Ini Jadi Fokus

Beritakota.id, Jakarta - Assalamu’alaikum Wr. Wb.Salam sejahtera bagi kita semoa, Om Swastiastu, Namo Budaya, Salam Kebajikan

Yang saya hormati,
- Para Pengurus, Pengawas, Manajer dan Karyawan Koperasi di Seluruh Indonesia;
- Para Penggerak dan lnsan Koperasi; serta
- Para Undangan dan Hadirin yang berbahagia.

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya kita semua dapat berkumpul dalam rangka “Memperingati Hari Koperasi Nasional ke-73 Tahun 2020”.

Hadirin yang berbahagia.
Sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi ujian di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Di mana pertumbuhan ekonomi nasional sedang mengalami tantangan yang cukup serius, angka kemiskinan dan pengangguran meningkat. Dunia usaha, terutama Koperasi dan UMKM mengalami dampak yang berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan.

Tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian nasional tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial — ekonomi yang sangat dinamis.

Hadirin yang berbahagia.
Ada sejumlah inisiatif yang sedang kita lakukan untuk penguatan dan modernisasi koperasi, antara lain:

Pertama, melakukan perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang memungkinkan koperasi bisa mengakses pasar yang lebih luas, pernbiayaan serta mengembangkan kapasitas usaha seluas - luasnya.

Koperasi harus masuk ke sektor-sektor ekonomi unggulan nasional yaitu pangan, komoditi, maritim, pariwisata dan industri pengolahan. Masa depan Indonesia berada pada generasi milenial. Koperasi harus masuk pada sektor ekonomi kreatif, di mana anak-anak muda saat ini banyak terlibat dalam sektor tersebut.

Koperasi yang saat ini sudah aktif, baik itu koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi jasa, koperasi simpan pinjam,dll harus berada pada kesatuan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain. Saat ini, sumber dan saluran pembiayaan yang ramah untuk UMKM dan koperasi tengah kami benahi dan LPDB sudah kita tetapkan 100% penyalurannya untuk koperasi dengan prosedur yang lebih mudah.

Koperasi simpan pinjam, Bank wakaf mikro dan BMT bisa menjadi mitra saluran pembiayaan untuk UMKM. Di tengah pandemi Covid19 ini, koperasi bisa menjadi partner pemerintah untuk mensukseskan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Kedua, Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM sedang Menyusun Strategi Nasional UMKM dan Koperasi. Instrumen kebijakan yang nantinya dapat mewadahi kerja kolaboratif seluruh pemangku kebijakan.

Tidak terbatas untuk pendidikan, pelatihan dan pendampingan koperasi memanfaatkan ekosistem digital. Secara operasional penyediaan infrastruktur dasar digital untuk koperasi dapat diinisiasi oleh pemerintah, pemerintah daerah atau konsorsium usaha baik swasta maupun BUMN. Digitalisasi harus dipahami sebagai bagian dari perbaikan bisnis proses, tata kelola yang lebih akuntabel dan modernisasi pelayanan.

Ketiga, turbuIensi ekonomi masa pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga bahwa koperasi sektor keuangan atau simpan pinjam sangat rentan dan mudah terkontraksi oleh eskalasi tersebut. Perlu disiapkan sistem pengawas dan penjamin simpanan di koperasi agar bisa memberikan rasa aman bagi mereka yang menaruh simpanan atau investasi di Koperasi.

Hadirin yang berbahagia.
Kita berharap agar Koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan jaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita kobarkan semangat dengan menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional.

Demikian sambutan saya. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, selalu meridhoi usaha kita bersama.
“Dirgahayu Koperasi Indonesia”.
Terima kasih, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

Penulis: Ahmad Fadli

Baca Juga