Akibat Pandemi Covid-19, Singapura Masuki Fase Resesi dan Diprediksi Terburuk Sejak 1965

Beritakota.id, Jakarta -  Singapura kini resmi memasuki resesi setelah mengalami penurunan pertumbuhan yang minus alias kontraksi selama dua triwulan berturut-turut.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura melaporkan perekonomian Singapura terkontraksi minus 12,6 persen di triwulan kedua tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di triwulan pertama tahun ini, produk domestik bruto (PDB) Singapura juga terkontraksi 0,7 persen.

Melemahnya perekonomian Singapura diakibatkan oleh pandemi virus corona yang memaksa pemerintah menutup aktivitas ekonomi dan melakukan pembatasan sosial sejak 7 April hingga 1 Juni lalu.

Kontraksi triwulan II juga lebih buruk dari survei Bloomberg sebesar -11,3 persen. Secara kuartalan (q on q), perekonomian Singapura terkontraksi 41,2 persen di triwulan-II tahun ini, sementara di triwulan sebelumnya Singapura -3,3 persen.

Singapura memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar -7 hingga -4 persen, terburuk sejak Singapura merdeka tahun 1965

Penulis: Glery Lazuardi

Baca Juga