Naik 8,3 Persen, Realisasi Penyaluran Dana PEN untuk Koperasi dan UMKM Capai Rp 10,24 Triliun

Pusat Informasi Penyaluran Ekonomi Koperasi dan UMKM
Pusat Informasi Penyaluran Ekonomi Koperasi dan UMKM

Beritakota.id, Jakarta -  Kementerian Koperasi dan UKM mengumumkan realisasi penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) per 16 Juli untuk Koperasi dan UMKM meningkat 8,3 persen atau senilai Rp 10,24 triliun dari sebelumnya hanya 6,8 persen atau senilai Rp 8,42 triliun.

“Total penerima manfaat dana PEN sebesar 383.858 KUMKM, dengan rincian penerima manfaat subisidi bunga KUR sebanyak 212.846 UMKM, 170.421 debitur UKM Himbara, dan 31 Koperasi dari dana investasi LPDB,” kata Deputi Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Eddy Satria di Pusat Informasi Pemulihan Ekonomi Koperasi dan UMKM, KemenkopUKM, Kamis (16/7/2020).

Penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara terus disalurkan untuk pinjaman modal kerja KUMKM. Penyaluran melalui modal ini mencapai Rp 9,981 triliun, subsidi bunga KUR sebesar Rp 12,96 miliar dan pembiayaan investasi LPDB untuk koperasi sebesar Rp 247,9 miliar.

Tercatat hingga 16 Juli ini realisasi penempatan dana restrukturisasi masing-masing bank berjumlah total Rp 8,167 triliun dengan debitur 170.421 sebagai rinciannya;  bank BRI Rp 8,12 triliun, bank Mandiri, Rp 1.038 triliun, bank BNI Rp 780 miliar, dan bank BTN Rp 34 miliar.

Saat ini ada tujuh penyalur KUR;BRI, BNI, Mandiri, Bank Kaltimtara, BPD Papua, KSP Guna Prima Dana, dan BPD Bali.

“Kami telah menyurati bank pelaksana untuk permintaan data penyaluran program PEN kepada KSP/USP Koperasi dan UMKM agar program berjalan baik dan tepat sasaran,”sebutnya

Lanjutnya, untuk subsidi bunga Non KUR melalui perbankan dan perusahaan pembiayaan proses penyusunan DIPA dan perangkat KPA sudah selesai dan akan dikirimkan setelah ada keputusan pagu anggaran oleh DJA .

“Rencana penyaluran melalui 102 bank umum, 1570 BPR,176 BPRS dan 110 perusahaan leasing,” paparnya

“Perlu diketahui untuk total penyaluran dana PEN ini tidak serta merta disalurkan melalui Kemenkop UKM, tetapi lintas kementerian/lembaga maupun BUMN. Karena itu KemenkopUKM membuka hotline 1500 587 atau Whatsapp  08111 450 587 untuk masyarakat yang akan melaporkan jika menemukan hambatan penyaluran PEN untuk KUMKM,” tandasnya

Sementara itu, Pimpinan Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BBNI, Bambang Setyatmojo, menuturkan bahwa pihaknya aktif melakukan upaya pendampingan pada pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Hingga hari ini program restrukturisasi kredit yang dilakukannya sudah melebihi target.

Kini total restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil sudah mencapai Rp18,5 triliun, dari target Rp18 triliun. Jumlah pelaku usaha mikro dan kecil yang mendapatkan fasilitas relaksasi akibat covid-19 mencapai lebih dari 100 ribu pelaku usaha.

Sementara itu terkait dengan pemanfaatan dana pemerintah yang ditempatkan di perseroan, Bambang meyakini bahwa pihaknya bisa meningkatkan manfaat atau me leverage dana tersebut hingga tiga kali lipat. Jatah yang diberikan kepada BBNI melalui program penempatan dana pemerintah sebesar Rp5 triliun. Oleh sebab itu diharapkan dalam beberapa waktu ke depan bisa meningkat nilainya menjadi Rp15 triliun.

"Terkait optimalisasi dana PEN kita akan naikkan hingga tiga kalinya artinya jadi Rp15 triliun. Nah dari total itu sekitar Rp12,5 triliun nanti akan kami arahkan khusus pada UMKM dan sisanya ke corporate yang punya tenaga kerja banyak namun terdampak covid-19," tandasnya

Penulis: Ahmad Fadli

Baca Juga