Di Masa Pandemi, Gubernur Khofifah Minta Tidak Ada Kental Manis dalam Bansos

Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Beritakota.id, Jakarta -  Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan tidak ada produk susu kental manis dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingginya kasus stunting di Jawa Timur.

“Karena itu, selama masa pandemi ini, yang saya pesankan didalam bantuan sosial adalah telur,” jelas Khofifah dalam webinar nasional Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Muslimat NU yang diselenggarakan melalui aplikasi zoom, selasa 11 Agustus 2020.

Ia memastikan didalam bantuan sosial tidak ada produk-produk yang tidak mendukung kebutuhan gizi anak seperti kental manis.

Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU menyampaikan peran penting ibu milenial saat ini dalam menentukan masa depan bangsa, terutama saat Indonesia memasuki 1 abad kemerdekaan, pada tahun 2045 nanti. Pada masa itu, Indonesia diprediksi akan menjadi 7 kekuatan dunia.

Namun, untuk mewujudkan hal itu, diperlukan peran ibu milenial untuk menyiapkan anak-anak agar tumbuh dengan kuat.

“Karakteristik ibu milenial itu melek teknologi dan memiliki pola asuh sesuai zamannya,” ujar Khofifah Indar Parawansa, yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini. Namun, persoalannya adalah minat baca masih rendah, yang tentu saja akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dimasa mendatang.

“Dalam laporan PISA 2018 yang dirilis Organization for Economic Cooperation and Development, kemampuan siswa Indonesia usia 15 tahun dalam sains, matematika dan membaca termasuk rendah dan dibawah rata-rata OECD,” jelas Khofifah.

Untuk diketahui programme for International Student Assessment (PISA) adalah Program Penilaian Pelajar Internasional adalah penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun, dan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi.

Penulis: Ahmad Fadli

Baca Juga