BAKTI Kominfo Sosialisasikan Bijak Bersosmed dan Lawan Hoax di Masa Pandemi Covid-19

Beritakota.id, Jakarta -  BAKTI Kominfo melaksanakan seminar live streaming bertemakan “Bijak Bersosmed dan Lawan Hoax di Masa Pandemi Covid-19” yang diisi oleh Drs. Hi. Mukhlis Basri Anggota Komisi I DPR RI, Prof.Dr.Drs. Henri Subiakto, SH, MA Staff Ahli Mentri Kominfo dan Emma Haryani, M.Pd Praktisi Pendidikan Lampung, yang mana dalam seminar live streaming tersebut, Drs. H. Mukhlis Basri menyampaikan bahwa “sosial media yaitu sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Dengan media social manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dimanapun mereka bereda dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka, dan tidak peduli siang atau pun malam.

Di tengah banyaknya pemberitaan mengenai virus Covid-19, beberapa masyarakat terkadang tidak sadar bahwa tautan berita yang dikirimnya melalui perpesanan instan mungkin merupakan informasi yang salah atau hoax, merupakan salah satu tren terburuk yang pernah ada dalam sejarah penggunaan media sosial, apalagi dimasa pandemi covid-19 yang saat ini menjadi perbincangan hangat disetiap lapisan masyarakat.

Maraknya pemberitaan terkait virus mematikan tersebut, menuntut masyarakat untuk selalu bijak dalam menyikapinya. Informasi yang tidak jelas kebenarannya akan membuat kepanikan dan kecemasan yang berlebihan di masyarakat.

Beliau memaparkan tidak henti-hentinya Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan meneliti terlebih dahulu sumber berita atau informasi yang didapat. Masyarakat diminta tetap tenang dan jangan menimbulkan kepanikan terhadap berita yang beredar serta teliti sumber berita sebelum meneruskan berita atau informasi agar tidak menjadi pelaku penyebar hoaks baik sengaja maupun tidak sengaja.

Di era milenial saat ini tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sosial media, baik dikalangan anak muda bahkan sampai kalangan orang tua pun tiada yang tidak mengenal sosial media, namun saat sekarang ini masih banyak orang tua, dan anak muda belum bijak dalam menggunakan sosial media seperti media sosial seringkali di jadikan media untuk menyebarkan berita-berita palsu atau hoax, cyber bullying dan ujaran kebencian terhadap seseorang atau kelompok yang dirasa tidak disukai oleh pemilik akun sosial media tersebut.

Langkah-langkah bijak dalam bersosial media harus mengerti platform yang di gunakan, mengerti pengunaanya, mengerti sisi hukum di balik itu adanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) perlu diketahui agar pengguna sosial media tidak asal menyebarkan berita-berita yang belum pasti sumber dan kebenaran beritanya dan selalu gunakan akal sehat.

Dalam kesempatan yang sama, Prof.Dr.Drs. Henri Subiakto, SH, MA Staff Ahli Mentri Kominfo memaparkan “mengenai cerdas perbedaan sosial melawan hoax di masa pandemi, kenapa cerdas bermedia sosial itu penting karena memang di masa pandemi covid-19 itu pengetahuan kita tentang persoalan covid-19, tentang keadaan negara, keadaan negara lain, keadaan di sekitar kita itu boleh dikatakan sebagian besar berasal dari media sosial.

Digital literasi untuk meningkatkan pengetahuan maupun pemahaman masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan teknologi digital sekaligus di era pandemi seperti sekarang. Pemerintah Indonesia menghadapi pandemi sudah jelas secara serius dengan membentuk gugus tugas dikembangkan menjadi Komite Nasional penanggulangan covid dan pemulihan ekonomi nasional. Tidak hanya persoalan pandemia, tetapi yang tidak kalah penting dan sama-sama harus ditangani adalah persoalan ekonomi yang terdampak yaitu banyak masyarakat

Penulis: Fadli

Baca Juga