BAKTI Kominfo: Pemanfaatan TIK Untuk Pendidikan Dan Pembangunan Generasi Muda Produktif

Beritakota.id, Jakarta - BAKTI Kominfo melaksanakan seminar live streaming bertemakan “Pemanfaatan TIK Untuk Pendidikan dan Membangun Generasi Muda Yang Produktif”.

Acara yang diisi oleh Ir. Ahmad Rizki Sadig, M.Si Anggota Komisi I DPR RI, Mediodecci Lustarini Koordinator Bidang Hukum dan Kerjasama, Sekretariat Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik dan Imam Koirudin, S.Ag Tokoh Pemuda, yang mana dalam seminar live streaming tersebut, Ir. Ahmad Rizki Sadig, M.Si menyampaikan bahwa “mau tidak mau dipaksa untuk memahami dunia digital yang hari ini berkembang sangat pesat, mau tidak mau diminta dan dipaksa untuk mengikuti baik itu melalui hal-hal pendidikan, harus membiasakan diri dalam proses belajar mengajar, bagaimana cara menyampaikan kurikulum dari materi pembelajaran itu secara online yang bisa efektif, bisa efisien, bisa mengenal, dan tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan.

Begitu juga dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejauh mana kurikulum maupun fasilitas-fasilitas yang dibantu oleh pemerintah, agar seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati dan memanfaatkan jaringan teknologi informasi secara maksimal, ini situasi yang memang tidak bisa dipungkiri, harus antisipasi, menyesuaikan diri atau adaptasi.

Bagaimana mengoptimalkan potensi dengan perangkat-perangkat, sehingga tidak ketinggalan zaman pada saat perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi ini berjalan sangat cepat.

Bahwa teknologi informasi dan komunikasi ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa murah, cepat, irit dan sebagainya, teknologi informasi dan komunikasi itu ada sisi positifnya tapi juga ada sisi negatifnya, perlu berhati-hati, pribadi-pribadi yang mengoptimalkan potensi diri secara bertanggung jawab, untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat baik dunia, maupun di akhirat ,yang tidak menimbulkan kerusakan-kerusakan di muka bumi, ini bisa menjadi hal-hal negatif.

Meningkatkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi termasuk tata cara penggunaan maupun pemanfaatannya untuk meningkatkan potensi-potensi pemuda di Indonesia di kemudian hari menjadi pribadi yang beradaptasi dan seperti dinosaurus, menjadi raja, menjadi kekuatan yang sangat tak terkalahkan di zamannya, tapi hari ini kemudian menjadi punah, karena tidak mampu melakukan adaptasi, perlu beradaptasi dengan situasi hari ini, bahwa teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang sangat pesat di seluruh lapisan dan sektor-sektor yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Mediodecci Lustarini Koordinator Bidang Hukum dan Kerjasama, Sekretariat Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik memaparkan “Indonesia itu adalah negara kepulauan yang dipisahkan oleh perairan dan teknologi sangat penting, itulah yang membantu untuk mendapatkan layanan, bayangkan di tahun 2020, Indonesia itu 267 juta, tapi populasi ponsel mencapai 338,2 juta atau 124%, yang menggunakan internet itu 175,4 juta, yang terhubung ke internet adalah sebanyak 64%, kemudian berdasarkan sumber dari tahun 2020 itu dikatakan bahwa generasi pengguna media sosial di Indonesia 59% atau 160 juta, bahwa Indonesia sudah siap dari aspek infrastruktur, sudah siap untuk mengikuti perubahan, sehingga Indonesia meluncurkan yang namanya program transformasi digital, ini program prioritas nasional dalam rangka mencapai Indonesia merdeka, pemerintah melalui Kementerian memprioritaskan transformasi digital dari 4 aspek yang pertama bisa dilihat itu infrastruktur yaitu menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang rata sehingga menghasilkan layanan, kemudian yang kedua itu dari aspek legislasi, dalam rangka mengembangkan mendorong dan membangun ekosistem dan pemanfaatan, bidang komunikasi informasi dan perlindungan data, peningkatan kolaborasi. Tujuannya adalah untuk mengembangkan ekonomi khususnya untuk pengembangan SDM Indonesia bisa bersaing di kancah dunia.

Indonesia berdasarkan digital kompetitif atau daya saing digital dunia itu berada di urutan 56 dari 62 negara, sangat rendah, karena Indonesia dianggap masih banyak belum memiliki literasi yang cukup untuk masyarakat, dengan kondisi ini hanya sebagai pasar terbesar, tapi daya saing, terancam hanya menjadi pasar dan dapat kehilangan kesempatan untuk mengetik dampak baik dari teknologi, bagaimana memanfaatkan daya saing yang rendah, disebabkan rendahnya literasi digital membuat Indonesia terancam, mulai dari konten negatif, ujaran kebencian, penipuan, ini semua gampang banget terpapar semua dari dampaknya, untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan gerakan nasional literasi digital atau ciber kreasi, gerakan yang bertujuan untuk mendorong masyarakat aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet, menjadi lebih produktif upaya penanggulangan dari dampak negatif dilakukan dengan sosial kepada teman-teman seluruh lapisan masyarakat digital ke berbagai sektor pendidikan.

Menurut Imam Koirudin, S.Ag Tokoh Pemuda juga menyampaikan bahwa “pemanfaatan digital ini memang sangat luar biasa dan tidak bisa dipungkiri, tidak bisa dihindari, bahwa semua pasti berkaitan dengan namanya perkembangan teknologi informasi, pada prinsipnya bahwa perkembangan ilmu dan budaya, manusia ini sudah luar biasa, sehingga bisa dikatakan tarafnya adalah yang serba cepat, sebuah canggih, sehingga seakan-akan manusia bumi di planet ini tidak ada batasnya.

Teknologi untuk membantu manusia mempermudah, mencapai tujuannya, memenuhi kebutuhannya, intensitas komunikasi sangat luar biasa, sekarang melalui Whatsapp biasa video call-an, melalui Facebook, bisa mentransformasi data tukar-menukar data, sebagai sarana transaksi, fungsi dari teknologi ini mulai transaksi perbankan, kemudian terkait dengan transportasi.

Sisi-sisi negatif yang perlu menjadi perhatian bersama, sisi negatif terutama para pemuda remaja itu kecanduan-kecanduan, selalu pegang smartphone bisa dikatakan karena kecanduan, itu akan kehilangan waktu dan kehilangan uang, kalau tidak bisa memanfaatkan secara benar, akan kehilangan waktu, karena waktu itu tidak bisa terulang lagi dan akan terus berjalan, sesuatu yang sangat penting yang menentukan masa depan, jangan sampai kehilangan waktu, hanya gara-gara menikmati teknologi.

Penulis: Fadli

Baca Juga