APLI Awards

Bagja Sudija Raih Penghargaan Entrepreneur of The Year 2020

Bagja Sudija meraih penghargaan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) sebagai Entrepreneur of The Year 2020

Beritakota.id, Jakarta -  Malang melintang di dunia multi level marketing sudah jadi bagian perjalanan hidupnya. Namun, hanya satu multi level marketing yang membawanya menapaki puncak kesuksesan. Yah, ini kisah inspiratif dari seorang top entrepreneur di bidang industri direct selling atau MLM. Namanya Bagja Sudija pria asli Garut yang belum lama ini meraih penghargaan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) sebagai Entrepreneur of The Year 2020.

Bagja atau yang dikerap dipanggil pak Asgar memutuskan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan MLM bernama PT Cahaya Karunia Persada (CAKAP) dengan produknya blesstea atau teh hitam orthodox. Ketertarikannya dimula ketika dirinya sering mengalami pusing di bagian kepala belakang, dan sering mengalami pingsan di kamar mandi. Dokter ketika itu memvonis terjadi pengapuran otak dan harus di operasi. Karena rutinitas rajin mengonsumsi Blesstea tersebut membuahkan hasil dan membebaskan dirinya dari pengapuran otak.

“Alhamdulillah saya kenal dengan mantan downline saya di multi level sebelumnya dia datang memperkenalkan produk namanya teh hitam blesstea. Dua tujuan saya bergabung dimari ialah pertama ingin mengusir penyakit yang di derita dan kedua supaya saya beli produknya lebih murah, artinya tidak harga konsumen,” ujar Bagja.

Kalau harga konsumen berkisar Rp 180.000 sedangkan untuk member cukup Rp 115 ribu selisihnya jauh. Ia mengonsumsi teh 7 sampai 10 gelas dalam sehari dan dalam kurun waktu dua bulan penyakit pusing kepala bagian belakang dan suka pingsan di kamar mandi tidak dirasakan lagi.

Usai mengalami kesembuhan ia pun meninggalkan pekerjaan konvensionalnya di sebuah perusahaan ternama di salah satu perusahaan otomotif di mana dengan gaji Rp 10 juta/perbulannya. Kini Bagja fokus mengembangkan jejaringnya di PT Cakap.

“Dengan fokus jalani bisnis ini selama enam bulan, dan bulan ketujuh saya sudah dapat bonus kepemilikan sepeda motor,” sebutnya. Semakin bersemangat, Bagja berani mengembangkan keluar kabupaten tidak hanya di tempat tinggal saat ini di Karawang, berani ke Bandung, ke Tasik dan Ciamis.

“Setelah 18 bulan kemudian cair bonus kepemilikan mobil cash. Dan saat itu saya mulai mengajak istri dan setelah istri bergabung selama setahun dapat mobil. Dan kini mendekati bonus mobil ketiga anak saya,” ujar dia

Ia menambahkan, ada tiga aspek orang bergabung dengan PT Cakap. Yang bergabung tiga sampai enam bulan saja mereka merasa tidak enak diajak oleh saudara, teman. Yang bergabung dua sampai lima tahun karena emosi.  Emosi mengejar akumulasi untuk mendapatkannya pointnya, harus dapat motor, harus dapat mobil, dan rumah. Dan saat target yang ditentukan tidak tercapai mereka pada akhirnya menyerah juga.

“Kenapa saya tidak mau berhenti dengan PT Cakap pertama karena khasiat produknya dan kedua karena panggilan jiwa. Usia saya kan makin lama makin tua bukan bertambah muda. Dan tentunya tidak mulai lagi di direct selling yang baru. Dan ini yang terakhir yang menunjukan hanya pasif income yang akan diberikan untuk anak dan cucu saya,” ungkapnya

Dengan downline bekisar 8.000 dan selama 9 tahun bergabung di PT Cakap ini akumulasi bonus yang diraihnya capai Rp 3 miliar diluar reward motor, mobil dan tour ke luar negeri.

Foto Kiri ke Kanan (President Director Tjia Afianto dan Bagja Sudija sebagai Entrepreneur of The Year 2020

Pensiun dengan Kaya

Usai semua yang dicapainya saat ini ia merencenakan ingin pensiun dari industri direct selling yang selama ini telah mengantarkannya ke puncak kejayaan hidup. Tapi Bagja berencana pensiun dengan menciptakan 5 crown director dibawahnya.

“Jadi karena usia saya terus bertambah saya hanya ingin mengonsumsi tehnya saja tidak akan bicara tentang bisnisnya lagi,” ujar dia

Bagja optimis ciptakan jejaring 5 crown director dibawahnya dengan target rentang waktu 5 sampai 7 tahun. Dengan tercipta 5 crown director tersebut kerja kerasnya membuahkan hasil signifikan dengan pasif income Rp 1 milyar per bulannya.

Untuk diketahui Blesstea sendiri mengandung antioksidan lengkap. Dipetik dari kebun teh Indonesian yang belum tercemar polusi diambil hanya tiga daun pucuk tiap cabang, dipetik pada waktu subuh saat daun baru mekar, diolah dan diproses secara canggih dan higienis menjadi teh hitam dan dikemas dalam botol yang kedap udara.

Bila di minum secara teratur minimal 2 cangkir sehari akan dapat mencegah dan mengatasi penyakit yang berkaitan dengan kolesterol, arterosklerosis, tekanan darah tinggi, asma, diabetes juga mengurangi resiko strok, obesitas, memperlancar pencernaan dan baik bagi perokok.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Ahmad Fadli

Baca Juga