Kisah Dibalik Perjuangan Pemilik JINISO

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta – Setiap orang memiliki kisah perjuangannya masing-masing untuk mencapai titik kesuksesan. Proses yang harus dijalani tentunya adalah melewati rintangan dan masalah untuk menikmati kesuksesan itu sendiri.

Mengutip dari Bill Gates yang sangat menginspirasi, “Jika anda lahir miskin, itu bukan kesalahan anda, tetapi jika anda meninggal miskin, itu kesalahan anda.” Sejatinya, setiap individu memiliki kesempatan untuk berjuang menjadi sukses baik secara materi dan memperkaya diri dengan berbuat kebaikan. Hal ini dipercayai oleh Co-Founder muda JINISO, Dian Fiona.

Dian mungkin termasuk dalam salah satu yang kurang beruntung saat masa kecilnya. Saat masih SMP, setiap hari ia bepergian ke sekolah dengan angkot dan hanya mengantongi Rp 500,- yang bahkan tidak cukup untuk membayar angkot tersebut. Sering dipandang sinis oleh supir angkot,

Dian hanya bisa meminta maaf dan membayar dengan apa yang ia punya. Untuk makan pun, ia sangat terbiasa dengan mie instan atau kalau sedang sedikit lebih baik, ia bisa makan nasi dengan beberapa lauk sederhana. “Tiap hari makan mie instan, tapi kenapa ya sampai sekarang makanan favorit aku tetap aja mie instan,” ucap Dian sambil tertawa.

Sebagai keturunan Tionghoa, Dian mengaku paling senang kalau menyambut Hari Raya Imlek. Menurutnya, Hari Imlek adalah kesempatan satu-satunya untuk menikmati makanan enak yang biasanya dibawa oleh saudaranya, seperti sayur, masakan bebek dan ayam.

“Aku dulu juga kalau mau buang air kecil atau besar harus ke WC umum, karena di rumahku WC nya tidak layak sekali, pembuangannya terbuka dan aku sendiri bahkan tidak bisa berlama-lama disana,” tuturnya kembali.

Lahir dalam keadaan miskin dan serba kekurangan, hal ini tidak menutup rejeki yang dimiliki wanita muda ini. Berkesempatan untuk meraih pendidikan layak hingga merintis bisnis, kini semuanya berbuah hasil.

“Turning point aku ketika akhirnya bisa lulus kuliah sampai S2, ketemu suami aku yang sekarang dan kita punya visi yang sama. Sama-sama mau bangun bisnis, lalu sampai saat ini kita sudah jalan total 7 pabrik dan aku bersyukur banget,” ujar wanita yang kini sudah dikaruniai dua anak ini. Kisah ini menjadi inspirasi bahwa terlahir miskin bukan penghalang untuk menjadi sukses.

Dikenal besar sebagai brand lokal jeans wanita top of mind di Indonesia, JINISO dinobatkan sebagai salah satu jeans dengan penjualan peringkat satu di marketplace ternama se-Asia Tenggara. Sebagai sosok inspiratif dibalik JINISO, Dian juga mengusung hashtag #BerbagiItuBerkah melalui akun Instagram pribadinya (@dianfiona) dan aktif berbagi melalui giveaway setiap minggunya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *