Soal Keamanan Galon Guna Ulang, Komisi IX Hormati dan Dukung Kebijakan BPOM

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta – Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Nasdem, Drs. Fadholi, M.I. Kom menegaskan sangat mengormati apa yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai keamanan kandungan Bisfenol A (BPA) dalam galon guna ulang air minum dalam kemasan (AMDK). Menurutnya, BPOM telah melakukan sesuatu yang profesional dalam kebijakan yang dikeluarkan.

“Jadi saya yakin bahwa BPOM tidak akan mengeluarkan sesuatu yang tidak selayaknya dan tidak valid. Mereka pasti sudah melakukan pengujian dan lain sebagainya terhadap galon guna ulang itu,” ujar Fadholi di Gedung Komisi IX DPR RI, Rabu (7/4), saat dikonfirmasi perihal adanya pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja menghembuskan berita-berita hoaks terhadap galon guna ulang ini.

Jika masih ada pihak-pihak lain yang berkomentar berbeda dengan BPOM, Fadholi meminta mereka agar bisa mempertangungjawabkan dengan alasan-alasan yang mereka punya disertai bukti-bukti yang valid. “Jadi kalau saya sebagai Anggota Komisi IX, bukan karena bermitra dengan BPOM, saya mendukung langkah-langkah BPOM. Saya yakin BPOM tidak mungkin lah melakukan sesuatu yang tidak beralasan,” ucapnya.

Fadholi mengatakan BPOM tidak harus bertemu dengan Komisi IX DPR dalam pengambilan kebijakan terkait keamanan galon guna ulang AMDK ini, kecuali memang benar-benar ada temuan di lapangan bahwa kemasan itu membahayakan kesehatan bayi dan balita serta calon bayi ibu hamil. “Kalau memang itu tupoksinya tidak harus ketemu dengan DPR. Ketika BPOM mengambil satu kebijakan yang sesuai dengan tupoksi mereka, kita menghormatinya,” katanya.

Dia menegaskan yang menjadi konsen Komisi IX adalah makanan dan minuman yang beredar di masyarakat itu bisa dikonsumsi dengan sehat oleh masyarakat. “Dalam hal ini, BPOM lah yang memberikan ijin beredarnya yang tentu sesuai standard. Jadi bukan karena intervensi oleh siapa pun,” tukasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Kurniasih Mufidayati juga mengatakan bahwa semua obat, makanan dan minuman serta kosmetik wajib memenuhi standar aman dan standar yang telah ditetapkan oleh BPOM dengan kajian yang sesuai dengan peraturan.

“Jadi silahkan mengacu ke BPOM, jika BPOM menyatakan aman maka InsyaAlllah sudah sesuai kaidah yang berlaku. Hal ini berlaku untuk semua hal baik obat, makanan maupun kosmetik. Saya berharap semua pihak memberikan perhatian besar pada kesehatan masyarakat dan informasi yang benar yang beredar,” katanya saat dikonfirmasi mengenai munculnya berita-berita hoaks terkait galon guna ulang.
Terkait berita-berita yang tidak benar soal Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon guna ulang ini, BPOM sudah mengeluarkan pernyataannya kepada publik melalui laman resminya. Hal itu dilakukan untuk memastikan kepada masyarakat bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang yang beredar hingga kini aman untuk dikonsumsi.

Dijelaskan, berdasarkan hasil pengawasan BPOM terhadap kemasan galon AMDK yang terbuat dari Polikarbonat (PC) selama lima tahun terakhir, menunjukkan bahwa migrasi BPA di bawah 0.01 bpj (10 mikrogram/kg) atau masih dalam batas aman.

Kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) juga menyatakan belum ada risiko bahaya kesehatan terkait BPA karena data paparan BPA terlalu rendah untuk menimbulkan bahaya kesehatan. EFSA menetapkan batas aman paparan BPA oleh konsumen adalah 4 mikrogram/kg berat badan/hari.

Sebagai ilustrasi, seseorang dengan berat badan 60 kg masih dalam batas aman jika mengonsumsi BPA 240 mikrogram/hari. Penelitian tentang paparan BPA (Elsevier, 2017) menunjukkan kisaran paparan sekitar 0,008-0,065 mikrogram/kg berat badan/hari, sehingga belum ada risiko bahaya kesehatan terkait paparan BPA.

Beberapa penelitian internasional juga menunjukkan penggunaan kemasan PC termasuk galon AMDK secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA.

Selain melakukan pengawasan produk di peredaran, Badan POM juga terus mengedukasi masyarakat terkait keamanan pangan termasuk kemasan pangan, melalui mobilisasi para kader keamanan pangan dan tokoh masyarakat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *