Tol Trans Jawa Topang Kinerja Jasa Marga di Tengah Pandemi Covid-19

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta – Ruas jalan tol Trans Jawa rupanya mampu menjadi penyelemat bagi PT Jasa Marga (Persero) Tbk di tengah lesunya bisnis sebagai dampak pandemi Covid-19. Hal ini lantaran banyak pengguna pesawat yang beralih menggunakan kendaraan darat melewati jalan tol untuk menuju Semarang.

“Beberapa waktu ini revenue nya relatif sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, khususnya pada ruas-ruas tol Trans Jawa, kita melihat adanya alih transportasi yang tadinya banyak menggunakan pesawat khususnya pada trafic-trafic menuju Semarang,” kata Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto, dalam konferensi pers RUPST 2020, Kamis (27/5/2021).

Dengan adanya transfer pengguna pesawat menggunakan kendaraan darat dan melewati ruas tol Trans Jawa, maka mendorong peningkatan pendapatan bagi Jasa Marga di ruas tersebut. Sehingga Jasa Marga pada tahun 2020 masih bisa mencatatkan laba bersih hingga Rp 501,05 miliar.

“Jadi ada transfer dari pengguna yang tadinya banyak menggunakan pesawat sekarang banyak menggunakan kendaraan. Sehingga peningkatan pendapatan banyak terjadi di ruas Trans Jawa,” ujarnya.

Kendati untuk ruas-ruas tol lainnya, khususnya dengan tol airport seperti di Bali masih membutuhkan waktu untuk pemulihan. Lantaran penerbangan dan jumlah traveler masih relatif sepi dibanding sebelumnya.

Disisi lain, meskipun di masa pandemi covid-19 Jasa Marga mengalami kerugian akibat adanya pembatasan yang diterapkan oleh Pemerintah. Namun, menurutnya Jasa Marga juga diuntungkan dengan situasi market yang saat ini membuat likuiditas perusahaan relatif baik, dimana tingkat suku bunganya turun di level 1-2 persen.

“Sehingga itu menyebabkan penurunan tingkat suku bunga yang signifikan. Jadi penurunan suku bunga kita turun di level 1-2 persen, di mana kalau dilihat cost terbesar kita hingga hari ini adalah beban bunga, sehingga kita optimis dengan seimbangnya penurunan pendapatan dengan penurunan beban bunga tentunya kita dapat menjaga kinerja,” jelasnya.

Selain itu, Jasa Marga juga memiliki peluang untuk divestasi, seperti yang dilakukan ditahun-tahun sebelumnya, divestasi tentunya akan memonetize aset yang selama ini dicatat sebagai nilai, jelas Eka.

“Kalau kita jual lebih mahal tentunya akan ada potensial. Nah itu juga menjadi salah satu potensi dari kinerja upside dari Jasa Marga,” imbuhnya.

Diakhir, Eka juga menyinggung terkait Transit Oriented Development (TOD) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan LRT. Dia berharap TOD kedepannya bisa memberikan kontribusi positif, meskipun dalam pengembangannya membutuhkan waktu yang lama.

“Tentunya kita berharap TOD akan memberikan kontribusi positif, tapi mungkin tidak dalam waktu dekat melainkan butuh waktu untuk mereka bisa merealisasikan penjualan LRT nya, juga butuh waktu untuk beroperasi hingga atas semua itu tidak dalam waktu dekat,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *