Kemenhub Klaim Mobilitas Masyarakat Turun 86 Persen Selama PPKM Darurat

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya penurunan mobilitas masyarakat yang signifikan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengatakan, pada masa penerapan PPKM Darurat terjadi penurunan mobilitas masyarakat, yakni antara 30 persen hingga 86 persen.

“Jika dibandingkan mobilitas masyarakat sebelum adanya SE Satgas 14 dan 15, terjadi penurunan yang cukup signifikan di semua moda transportasi baik di darat untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, laut, udara, dan kereta api,” tutur Adita dalam keterangan tertulis, Rabu (21/7/2021).

Untuk transportasi udara, jumlah pergerakan penumpang harian di wilayah Jawa dan Bali penurunannya mencapai 80,8 persen, dari rata-rata sekitar 61.000 pergerakan penumpang per hari menjadi sekitar 11.000 pergerakan penumpang per hari.

Sementara untuk pergerakan penumpang di wilayah luar Jawa dan Bali, penurunannya mencapai 74,5 persen, dari rata-rata sekitar 63.000 pergerakan penumpang menjadi sekitar 16.000 pergerakan penumpang.

Secara keseluruhan, dari 51 bandara yang dipantau tercatat penurunannya mencapai 77,6 persen, dari rata-rata sekitar 124.000 pergerakan penumpang per hari menjadi sekitar 27.000 pergerakan penumpang per hari.

Untuk moda transportasi kereta api (KA), jumlah pergerakan penumpang harian KA antarkota penurunannya mencapai 77 persen, dari sekitar 27.000 pergerakan penumpang menjadi sekitar 6.000 pergerakan penumpang.

Sementara untuk pergerakan penumpang harian KA Perkotaan (non KRL Jabodetabek) penurunannya mencapai 86 persen, dari sekitar 42.000 pergerakan penumpang menjadi 5.000 pergerakan penumpang.

Lalu untuk pergerakan penumpang harian KRL Jabodetabek penurunannya mencapai 56 persen, dari sekitar 330.000 pergerakan penumpang menjadi 145.000 pergerakan penumpang.

Untuk moda transportasi darat, pergerakan penumpang Bus harian yang berangkat di 31 Terminal Tipe A penurunannya mencapai 42,36 persen.

Sementara untuk angkutan penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni penurunannya mencapai 42 persen dan di lintas Ketapang-Gilimanuk penurunannya mencapai 52 persen.

Sedangkan untuk kendaraan pribadi, dari pantauan lalu lintas kendaraan di 4 ruas jalan tol yaitu, Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, tercatat volume lalu lintas yang ke arah luar Jabodetabek penurunannya mencapai 30 persen, dari sekitar 119.000 kendaraan menjadi sekitar 84.000 kendaraan.

Sementara yang masuk ke arah Jabodetabek penurunannya mencapai 33 persen, dari sekitar 123.000 kendaraan menjadi sekitar 83.000 kendaraan.

Untuk transportasi laut, jumlah pergerakan penumpang kapal di wilayah Jawa dan Bali mengalami penurunan 30,3 persen, dari rata-rata per hari 1.935 penumpang menjadi rata-rata per hari 1.348 penumpang

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *