Ekowisata Jembatan Cinta, Menunggu Akhir Pandemi, Menanti Geliat Ekonomi

  • Bagikan

Beritakota.id, Tarumajaya, Cikarang – Kawasan ekowisata Jembatan Cinta merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bekasi. Tempat wisata yang berbatasan langsung dengan Pantai Marunda Jakarta Utara itu berada di Kampung Paljaya Desa Segarajaya Kecamatan Tarumajaya.

Di kawasan seluas 7,3 hektare ini, terdapat jembatan sepanjang 230 meter yang bisa dilintasi pengunjung, sambil menikmati keasrian hutan mangrove. Disana juga tersedia wisata air perahu keliling, perkampungan nelayan, gazebo tempat istirahat dan jajanan kuliner khas makanan laut.

Namun suasana pandemi yang terjadi belakangan ini membuat kawasan yang dijadikan Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove (PRPM) ini ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelum pandemi terjadi, lokasi yang juga memiliki lahan konservasi mangrove seluas 4 hektare ini, tak pernah sepi didatangi wisatawan, baik dari warga lokal maupun luar daerah, terlebih saat akhir pekan.

Sepinya Wisata Jembatan Cinta ternyata tidak menyurutkan pihak pengelola dan masyarakat setempat untuk terus berupaya melakukan perawatan rutin serta menjajakan produk hasil laut yang menjadi sumber mata pencaharian di lokasi wisata bahari tersebut.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang mewadahi seluruh kelompok pedagang kuliner di lokasi tersebut, Agus Arief Setiawan mengatakan, ekowisata Jembatan Cinta mulai dirintis pada tahun 2015 lalu atas inisiatif masyarakat setempat.

“Tempat ini masih dikelola secara mandiri oleh kelompok masyarakat dengan didukung kerjasama sejumlah pihak, diantaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bekasi, Dinas Pariwisata hingga Pemerintah Desa,” terangnya saat ditemui disela sela kesibukannya berdagang di Kawasan Ekowisata Jembatan Cinta, Kamis (19/08/2021).

Agus Arief menuturkan, sebelumnya warga setempat mayoritas hanya berprofesi sebagai nelayan. Namun setelah adanya Kawasan Ekowisata Jembatan Cinta ini sangat berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga sekitar.

“Apalagi sekarang lokasinya semakin tertata, sehingga peningkatan ekonomi warga sekitar semakin tumbuh dan geliat ekonominya mulai terlihat,” ujarnya.

Agus mengatakan, masyarakat di sekitar ekowisata Jembatan Cinta yang awalnya tidak memiliki pekerjaan atau yang pendapatannya rendah kini memiliki pendapatan yang lumayan.

“Ya, mereka merasa terbantu dengan adanya tempat ini. Ada yang jadi pengelola wisata, penjaga retribusi, jasa antar perahu wisata, dan wirausaha produk olahan khas kuliner laut,” tuturnya.

Jika dibandingkan dengan sebelum adanya ekowisata Jembatan Cinta, kata Agus, pertumbuhan ekonomi masyarakat Pal Jaya mengalami peningkatan sekitar 70 persen.

“Tapi tidak bisa dipungkiri, adanya wabah pandemi Covid ini sangat berdampak kepada pendapatan warga karena tidak adanya pemasukan dari pengunjung,” ucapnya.

Agus Arief berharap, pandemi Covid-19 bisa cepat berlalu agar ekonomi warga di sekitar Jembatan Cinta dapat kembali menggeliat dan berjalan normal seperti biasa.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *