Pemerintah Inginkan OSS Tumbuhkan Dunia Usaha Hingga 6 %

  • Bagikan
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia

Beritakota.id, Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mendorong kemudahan perizinan dalam dunia usaha melalui platform Online Single Submission (OSS).

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan memudahan perizinan tersebut untuk mencetak pengusaha-pengusaha muda agar dunia usaha dapat tumbuh di atas 6%. Pasalnya, dunia usaha di Indonesia baru tumbuh 3,6%. “Ini adalah peluang bersama, kami ingin ada penambahan dunia usaha karena negara tidak mungkin maju kalau dunia usahanya 3,6%. Kita butuh di atas 6%,” katanya dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Bahlil menuturkan, Indonesia harus mampu mendorong dunia usahanya terus tumbuh hingga dobel digit, agar dapat menstimulus perekonomian nasional sebagaimana Singapura dan Amerika Serikat. “Bahkan kalau di Singapura dan Amerika Serikat (AS) bisa dobel digit (10%) jumlah pengusahanya,” ujarnya.

Karena itu, melalui platform OSS pihaknya terus mendorong tumbuhnya usahawan muda. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah dengan menggratiskan seluruh proses perizinan usaha dan sertifikasi halal bagi UMKM.

“Hari ini negara telah hadir, bagaimana mempermudah perizinan berusaha, industri kreatif salah satunya di antaranya adalah yang mendapatkan perizinan gratis dengan SNI dan sertifikat halal yang dibiayai oleh negara,” ujarnya.

Bahkan dia pun menjamin pemohon hanya membutuhkan waktu 30 menit hingga tiga jam dalam proses pengurusan perizinan hingga izin bisa keluar. “Saya ingin katakan adalah temen-temen dunia usaha, sekarang izinnya lewat OSS, tidak lebih dari 3 jam selesai,” tuturnya.

Dia pun menambahkan, pemerintah telah membentuk tim untuk menyusun skala prioritas investasi agar jumlah pengusaha meningkat, termasuk di sektor pariwisata. Tujuannya agar sektor-sektor ekonomi yang paling berpotensi tumbuh dengan cepat akan menjadi perhatian khusus.

“Supaya terukur. Karena potensi wisata sangat besar kalau dihajar semunya nanti lima tahun turun jadi menteri tidak selesai. Jadi kami cari mana yang prioritas di sektor mana, itu yang didorong,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *