Shipper Turut Mendukung Gerakan Sinergi Akselerasi UMKM Industri Halal

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menyatakan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu agenda utama ekonomi nasional. Hal ini cukup beralasan dikarenakan menurut data Kementerian Koperasi dan UKM 2020, UMKM berkontribusi 61,07% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB), menyerap 97% total tenaga kerja dan 60,4% dana investasi. Oleh karenanya berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan pengusaha besar agar UMKM dapat segera masuk dalam rantai pasok global.

Salah satu upaya pengembangan terkini yang dilakukan UMKM adalah penguatan industri halal. Wakil Presiden Ma’ruf Amin selaku Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bahkan telah mencanangkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia pada tahun 2024 nanti. Untuk mencapainya, diperlukan kerangka kerja yang memudahkan dan membuka kesempatan berbagai pemangku kepentingan untuk saling bersinergi demi mengakselerasi pengembangan UMKM Industri Halal dengan basis ekosistem digital.

Hal ini kembali ditegaskan oleh Ma’ruf Amin dalam acara Kick Off Sinergi Akselerasi UMKM Industri Halal di Jakarta (25/08). Dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang diwakili oleh staff ahli Bidang Keuangan Syariah, Halim Alamsyah dan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dan disiarkan secara daring ini juga dilakukan Penandatanganan Kesepahaman (Memorandum of Understanding) serta peluncuran 8 Modul Pembinaan Dasar UMKM Industri Halal.

Teten Masduki dalam paparannya mengatakan, Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia dari 75 negara produsen produk halal di tahun 2019-2020.

Meningkat dari peringkat 10 di tahun sebelumnya. “Indonesia adalah negara muslim dengan belanja produk halal terbesar di dunia, yaitu USD 214 miliar per tahun,” urainya. Penjelasan Teten ini berkaitan erat dengan apa yang disampaikan oleh Ma’ruf dalam sambutan pembukanya.

“Pengembangan UMKM Industri Halal adalah bagian penting dari upaya pencapaian visi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia. Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar produk halal saja, tapi bisa menjadi produsen produk halal yang dapat mengekspor produk-produk halalnya ke seluruh penjuru dunia,” jelasnya.

Shipper Indonesia, sebagai perusahaan aggregator logistik, bergabung bersama 12 instansi dan perusahaan lain dalam gerakan Sinergi Akselerasi Industri UMKM Halal. Tujuan bergabungnya berbagai pemangku kepentingan ini diantaranya adalah untuk mendorong penguatan UMKM industri halal agar berdaya saing, menguntungkan dan berkelanjutan, membentuk lingkungan bisnis yang kondusif dan mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku UMKM industri halal.

Dalam kaitannya dengan hal ini, salah satu bentuk sinergi yang akan dilakukan Shipper bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) adalah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai sertifikasi halal kepada pelaku UMKM yang menjadi mitranya selama ini.

Peningkatan permintaan produk halal yang mencakup produk makanan, minuman, hingga kosmetik mendorong kebutuhan akan ekosistem logistik halal. Dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini Shipper telah mengoperasikan 5 gudang yang telah memenuhi kriteria halal di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Kegiatan operasional gudang-gudang tersebut telah mengacu kepada standar halal dimana kelengkapan dan kebersihan fasilitas diperhatikan secara seksama.

“Dengan bergabungnya Shipper dalam Gerakan Sinergi Akselerasi UMKM industri halal ini diharapkan akan memperkuat kerjasama dan dukungan di antara para pemangku kepentingan sehingga dapat memberikan manfaat sekaligus mempercepat upaya UMKM industri halal untuk naik kelas,” ujar Budi Handoko, Co-Founder dan COO Shipper Indonesia Ketika ditemui di acara yang sama.

Sementara itu Arfinandi Ferialdy, VP of Product, Design, & Data yang mewakili Shipper dalam acara mengatakan, Industri halal merupakan peluang yang besar bagi sektor logistik dalam negeri untuk memberikan nilai tambah bagi UMKM lokal dan konsumen, yakni dengan menjamin kehalalan produk hingga sampai ke tangan konsumen. “Dengan mengusung sistem gudang digital, barang yang diterima dan diproses di gudang hingga proses pengiriman bisa terjaga kondisinya, termasuk untuk produk-produk halal,” tambahnya.

Dalam tahap pertama ini, Gerakan Sinergi Akselerasi UMKM Industri Halal diikuti oleh 13 lembaga perusahaan baik swasta dan pemerintah yang bersedia menjadi pilot project mengakselerasi UMKM Industri Halal, diantaranya Badan Layanan Umum Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Bank Syariah Indonesia (BSI), BliBli dan UKM Center FEB UI. Ke-13 pihak telah menetapkan 28 bentuk sinergi untuk memperkuat UMKM Industri Halal naik kelas dan juga memperkuat bisnis masing-masing pihak, yang pada akhirnya mengekspansi pertumbuhan dan pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Indonesia.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *