Komitmen Sekber Jokowi Nusantara Kawal Jokowi Hingga 2024

  • Bagikan

Beritakota.id, Jakarta – Jajaran kepengurusan DPP Sekber Jokowi Nusantara menggelar rapat intern yang dihadiri Dewan Pembina Dr Jun Nurachadijat, Dewan Penasehat, Dewan Pakar dan sejumlah anggotanya dari Sekber Bekasi dan Sekber Banten.

Restrukturisasi posisi KSB saat ini memutuskan Ketum DPP Sekber Jokowi Nusantara Bayutami Sammy Amalia, Sekjend DPP Sekber Jokowi Nusantara Tomson Manurung dan Bendahara Umum DPP Sekber Jokowi Nusantara Arie birong.

Ketua Umum DPP Sekber Jokowi Nusantara, Bayutami Sammy Amalia mengatakan “Rapat ini memiliki agenda yaitu Silahturahmi memasuki bulan Ramadhan; Restrukturisasi kepengurusan DPP Sekber Jokowi Nusantara; dan Program 10 bulan DPP Sekber Jokowi Nusantara,” ujarnya.

Agenda rapat hari ini sesuai dengan spanduknya Setia dan Tegak Lurus menemani pak Jokowi hingga 2024.

Dimana DPP Sekber Jokowi Nusantara memutuskan, kita akan mengikuti garis komando dari bapak Jokowi itu pertama, dan kedua untuk mempersiapkan itu semua, DPP melakukan restruktur organisasi di tingkat DPP dan hal yang lainnya adalah untuk visi misi ke depan tetap mengawal visi misi Merah Putih dan desain Indonesia untuk dilanjutkan sampai menuju Indonesia Emas 2045 itu yang akan kita dukung.

“Jadi siapapun yang didukung Presiden Jokowi itu DPP Sekber Jokowi Nusantara dukung karena terkait dengan desain visi misi pengawalan Merah Putih yang akan terus berjalan, dan harapannya adalah tentu dari hasil rapat tadi disini semua menjadi satu semangat untuk perubahan, membangkitkan kembali semangat militansinya untuk menuju perubahan dan mempersiapkan diri tantangan yang akan datang khususnya Pilpres 2024, ketiga menyerukan kepada seluruh jajaran kabinet agar fokus kepada agenda utama pemerintah yakni mengawal visi misi merah putih mendunia,” kata Jengsami sapaan Bayutami Sammy Amalia ditemui usai rapat intern DPP Sekber Jokowi Nusantara di Islamic Center Bekasi, Rabu (30/3/2022).

Walaupun sampai saat ini belum ada arahan dari Jokowi, Jengsami mengatakan “Kalau pengarahannya memang belum ada dari Pak Jokowi tentang siapa next kandidat presidennya tetapi dengan adanya gerakan setia dan tegak lurus itu menandakan bahwa kami akan menghidupkan gelora ‘suara rakyat adalah suara Tuhan’ dan sehingga itu yang akan didengar oleh seluruh elit politik partai,” ujarnya.

Menanggapi agenda program 10 bulan DPP Sekber Jokowi Nusantara kedepan, Jengsami menanggapi, “DPP akan fokus dan konsen kepada program kerja ekonomi atau Business Development. Karena biar bagaimanapun menggerakkan produk ekonomi, kami juga harus mempersiapkan lumbung ekonomi yang baik karena ini adalah pergerakannya seluruh provinsi kan,” katanya.

Business Development Sekber merupakan proses pembentukan nilai Organisasi dalam jangka panjang yang menghubungkan pelanggan, pasar, dan relasi. Team Business Development Sekber berperan menciptakan peluang bagi Organisasi untuk terus berkembang melalui optimasi tiga faktor: pelanggan, pasar dan relasi.

Terkait dengan program 10 bulan, DPP akan bekerja sama dan beraudiensi dengan semua kementerian untuk merumuskan bentuk kerjasama apa yang bisa diselesaikan, sehingga menjadi peluang dalam mengaktifkan program ekonomi dari DPP.

Ketum Program Kerja Business Development DPP Sekber Jokowi Nusantara Krisna Supriatna ST mengatakan, “Adapun Business Development itu sendiri yaitu semacam mesin penggerak perekonomian organisasi Sekber untuk meningkatkan UMKM yang ada sekarang ini, nantinya akan kita perkenalkan kepada perusahaan-perusahaan atau mungkin ada teman-teman dari Sekber yang ingin produknya di branding, serta mengadakan program pameran UMKM,” ujarnya.

Direktur Institut Studi Strategi Indonesia, juga sebagai Kabid Litbang dan Statistik Sekber DPP Sekber Jokowi Nusantara Farly Shabahul Khairi memaparkan rilis- rilis dari berbagai lembaga survei yang digabungkan menjadi satu terkait dengan elektabilitas berbagai kandidat pada Pilpres 2004.

“Hasil yang kita temukan adalah ternyata rilis data dari pada elektabilitas itu masih belum stabil, seperti Pak Jokowi tahun 2014 dan Sby 2004 yang tidak bisa terbendung ini menjadi catatan bagi para kandidat untuk meningkatkan elektabilitasnya di samping itu kita juga menemukan data yang sangat menarik yaitu sebesar 14% daripada pemilih ketika pak Jokowi menentukan siapa next presiden selanjutnya tetap akan memilih kandidat yang dipilih oleh Pak Jokowi sedangkan 46% sisanya itu akan mempertimbangkan,” ujar Farly.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *