KemenKopUKM Latih SDM Koperasi Sektor Rill dan Gelar Uji Kompetensi

Beritakota id, Semarang – Sumber daya manusia perkoperasian menjadi perhatian serius Kementerian Koperasi dan UKM dengan terus meningkatkan kompetensinya dan daya saingnya sehingga tercapai target koperasi modern. KemenKopUKM tidak menghendaki SDM perkoperasian gagap beradaptasi dengan perubahan bisnis yang dinamis dan teknologi yang semakin cepat.

“SDM perkoperasian harus bisa meningkat kualitasnya sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan koperasi yang dikelolanya. Maksimalkan kompetensi yang dimiliki dan mempelajari banyak hal sehingga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional KemenKopUKM Nasrun di Semarang beberapa waktu lalu.

Untuk mencapai tujuan tersebut Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) c.q Deputi Bidang Perkoperasian melakukan penguatan SDM Koperasi di Jawa Tengah melalui Coaching Bisnis dan uji kompetensi bagi manager koperasi. Peningkatan kompetensi ini khususnya diberikan pada pengelola koperasi yang bergerak di bidang sektor simpan pinjam dan sektor rill seperti pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Peserta pelatihan SDM dan uji kompetensi manajer koperasi yang berlangsung sampai 27 Mei 2022 itu merupakan hasil kurasi oleh Lembaga Diklat Profesi beserta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah. Pelatihan dihadiri oleh 90 orang peserta yang terdiri dari 3 pelatihan, dengan peserta masing-masing sebanyak 30 orang peserta. Materinya terdiri dari Pelatihan SDM Koperasi yang difasilitasi melalui SKKNI Bagi Manajer/Kepala Kantor Cabang. Lalu Pelatihan dan Coaching Bisnis Perkoperasian dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Organisasi dan Usaha Koperasi.

Nasrun mengatakan, seluruh lintas pelaku terkait, Kementerian Koperasi dan UKM, Dinas Provinsi, Kab/Kota, gerakan koperasi (pengurus, pengelola, dan anggota) harus satu frekuensi dalam mewujudkan koperasi modern, dimana untuk tahun 2022 ditargetkan sebanyak 150 koperasi modern.

Dengan adanya pelatihan ini, koperasi diharapkan bertransformasi di dalam tata kelola kelembagaan dan usaha, koperasi sebagai entitas bisnis yang harus dikelola secara modern, efektif, efisien dan akuntabel, dan pengelolanya harus orang-orang modern memahami bisnis.

“Dengan demikian, daya saing koperasi akan meningkat dan akan bisa duduk sejajar dengan pilar ekonomi lain yakni BUMN dan Swasta,” kata Nasrun.

Dalam RPJMN koperasi ditargetkan berkontribusi terhadap PDB sebesar 5,1 persen dan sampai tahun 2024 sebesar 5,5 persen.

Asdep Nasrun juga menekankan perlu adanya reformasi dan reformulasi model pelatihan dengan mengkloning model pelatihan kartu prakerja dengan mengkurasi Lembaga Diklat Profesi (LDP) yang akan menyelenggarakan pelatihan dan LDP melakukan kurasi terhadap calon peserta.

Nasrun menambahkan, sudah saatnya koperasi Zaman Now menampakkan diri dengan memiliki inspirasi/kreativitas; digital cooperative, dan pengembangan bisnis koperasi serta menjadi agen perubahan (agen of change) tentang tatakelola dan model bisnis yang kreatif dan inovatif, dan mampu melahirkan unicorn atau start up – sturt-up baru, dan bisa menarik investor melakukan pitching bisnis.

Dalam kesempatan tersebut hadir Kadinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Bima Kartika.

Kadinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, memberikan apresiasi kepada Deputi Bidang Perkoperasian dengan menyambut baik dipilihnya Kota Semarang untuk mendapatkan program kegiatan pelatihan peningkatan SDM Koperasi.

“Untuk koperasi pangan modern kami akan melakukan identifikasi dan kurasi terhadap koperasi-koperasi sektor rill di Provinsi Jawa Tengah untuk dikembangkan menjadi koperasi pangan modern dengan melibatkan Lembaga Diklat Profesi (LDP) Bersama dengan Dinas Kab/Kota,” kata kata Kadinas Koperasi dan UKM Jateng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.