Beritakota.id, Jakarta – Musim libur sekolah tidak lagi selalu identik dengan bepergian ke luar kota atau mengunjungi destinasi wisata. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak keluarga memilih menghabiskan waktu liburan di rumah dengan berbagai aktivitas bersama, mulai dari menonton pertandingan olahraga, berolahraga ringan, hingga menjalankan hobi yang selama ini tertunda.

Perubahan pola tersebut menunjukkan bahwa makna liburan mulai bergeser. Jika sebelumnya fokus utama adalah perjalanan, kini banyak keluarga lebih mengutamakan kualitas kebersamaan (quality time) tanpa harus meninggalkan rumah.

Beragam faktor turut memengaruhi tren ini, mulai dari pertimbangan anggaran, kemudahan mengakses hiburan digital, hingga keinginan orang tua memanfaatkan waktu libur sekolah untuk membangun kedekatan dengan anak-anak melalui aktivitas sederhana yang dapat dilakukan bersama.

Baca juga : Libur Sekolah di Jakarta, ARTOTEL Harmoni Hadirkan Paket Staycation Keluarga Mulai Rp800 Ribu

Rumah Menjadi Pusat Aktivitas Keluarga

Kemajuan teknologi membuat rumah kini mampu menghadirkan beragam pilihan hiburan. Layanan streaming, pertandingan olahraga internasional, permainan digital, hingga berbagai aktivitas kreatif memberi alternatif bagi keluarga untuk menikmati liburan tanpa harus bepergian.

Momentum FIFA World Cup 2026, misalnya, menjadi salah satu agenda yang diperkirakan mendorong keluarga berkumpul di ruang keluarga untuk menikmati pertandingan bersama. Di sisi lain, anak-anak juga memiliki lebih banyak waktu mengeksplorasi hobi, mulai dari bermain gim, membaca, membuat kerajinan tangan, hingga belajar keterampilan baru secara daring.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kualitas liburan tidak lagi diukur dari seberapa jauh seseorang bepergian, melainkan dari pengalaman yang tercipta bersama keluarga.

Libur Sekolah Jadi Momentum Membangun Kebiasaan Sehat

Selain menjadi waktu untuk beristirahat, libur sekolah juga mulai dimanfaatkan sebagai kesempatan membangun gaya hidup yang lebih aktif.

Aktivitas seperti bersepeda, jogging di lingkungan sekitar, bermain di taman, hingga olahraga bersama kini menjadi pilihan banyak keluarga untuk mengisi waktu luang. Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua dan anak melalui kegiatan yang dilakukan bersama.

Di saat yang sama, kebutuhan terhadap perangkat pendukung aktivitas di rumah maupun perlengkapan olahraga juga cenderung meningkat selama periode liburan.

Industri Menyesuaikan Perubahan Gaya Libur

Perubahan perilaku konsumen tersebut turut direspons pelaku industri ritel dan perdagangan digital dengan menghadirkan berbagai program yang mendukung kebutuhan keluarga selama musim liburan.

Salah satunya dilakukan Blibli melalui program Blibli Pay Day, yang menawarkan beragam kebutuhan rumah tangga, perangkat hiburan, perlengkapan olahraga, hingga gawai selama periode libur sekolah. Perusahaan menilai tren liburan kini lebih menekankan kualitas waktu bersama keluarga dibanding sekadar menentukan tujuan wisata.

Menurut Head of Campaign Blibli, Indra Perdana, momen liburan saat ini semakin identik dengan kebersamaan di rumah, sehingga kebutuhan keluarga pun bergeser ke produk-produk yang mendukung aktivitas bersama.

Quality Time Menjadi Prioritas

Psikolog keluarga kerap menekankan bahwa kualitas interaksi memiliki peran lebih penting dibanding durasi semata. Aktivitas sederhana seperti memasak bersama, menonton film, bermain permainan papan, membaca buku, atau berolahraga dapat menjadi pengalaman berharga yang memperkuat hubungan dalam keluarga.

Karena itu, libur sekolah menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menciptakan momen yang mungkin sulit dilakukan ketika rutinitas sekolah dan pekerjaan kembali berjalan.

Perubahan tren ini menunjukkan bahwa konsep liburan keluarga di Indonesia terus berkembang. Pergi ke tempat wisata tetap menjadi pilihan yang menyenangkan, namun semakin banyak keluarga menyadari bahwa kebersamaan tidak selalu bergantung pada destinasi. Di rumah pun, momen liburan dapat menjadi pengalaman yang hangat, bermakna, dan tak kalah berkesan ketika diisi dengan aktivitas yang mempererat hubungan antaranggota keluarga. (Lukman Hqeem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *