Beritakota.id, Jakarta – Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Indonesia akrab dengan tradisi ngabuburit untuk mengisi waktu sambil menunggu azan magrib. Berdasarkan survei Kurious–Katadata Insight Center, sebanyak 51,6 persen responden menghabiskan waktu ngabuburit dengan menonton televisi. Aktivitas ini memang menghibur, namun cenderung pasif dan minim nilai tambah.

Padahal, momen ngabuburit bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif, salah satunya belajar trading. Dengan memanfaatkan waktu senggang selama Ramadan, masyarakat berkesempatan meningkatkan literasi keuangan sekaligus mempersiapkan kondisi finansial di masa depan.

Muhammad Agam, content creator sekaligus pakar trading, menilai waktu menjelang berbuka sangat ideal untuk belajar karena durasinya relatif singkat namun tetap efektif.

“Dalam trading, produktivitas tidak selalu datang dari durasi yang panjang, tetapi dari pemanfaatan waktu yang tepat. Ngabuburit adalah contoh momen untuk memperdalam ilmu trading tanpa menyita banyak waktu,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (23/2).

Suasana Ramadan yang lebih tenang juga dinilai membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Dengan pendekatan yang tepat, tradisi ngabuburit tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan sarana pengembangan diri yang bermanfaat.

Cara Belajar Trading Saat Ngabuburit

Bagi pemula, ada beberapa langkah sederhana untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka sebagai sarana belajar trading:

1. Membaca Materi Dasar
Gunakan waktu 30–60 menit untuk mempelajari konsep dasar seperti analisis teknikal dan fundamental. Materi bisa diperoleh dari buku, artikel edukasi, maupun laporan pasar harian. Pemahaman teori menjadi fondasi penting sebelum terjun langsung ke pasar.

2. Mengikuti Webinar atau Kelas Online
Saat ini banyak platform trading menyediakan program edukasi gratis dengan materi ringkas dan mudah dipahami. Format ini cocok diikuti saat ngabuburit karena durasinya relatif singkat.

3. Berlatih dengan Akun Demo
Akun demo memungkinkan calon trader melakukan simulasi transaksi menggunakan dana virtual dalam kondisi pasar nyata. Cara ini efektif untuk menguji strategi tanpa risiko kehilangan dana riil.

Untuk membuka akun demo, calon pengguna cukup memilih broker terpercaya yang menyediakan layanan tersebut, lalu mendaftar melalui situs resmi dengan mengisi email, membuat kata sandi, dan melakukan verifikasi identitas. Setelah proses selesai, akun dapat langsung digunakan untuk simulasi trading.

Perlu dipahami, dana dalam akun demo tidak dapat dicairkan karena bersifat virtual dan hanya untuk pembelajaran. Lama waktu penggunaan akun demo pun tidak ditentukan secara pasti, melainkan bergantung pada kesiapan masing-masing individu dalam memahami risiko dan menerapkan strategi secara disiplin.

Dengan memanfaatkan waktu ngabuburit untuk belajar trading, Ramadan dapat menjadi momentum peningkatan keterampilan finansial. Tradisi menunggu berbuka pun berubah menjadi langkah produktif menuju perencanaan keuangan yang lebih matang dan bijak di masa depan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *