Beritakota.id, Jakarta – Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, sehingga sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak sekaligus menurunkan risiko kesakitan hingga kematian akibat penyakit berbahaya melalui imunisasi ganda.
Sejak 2023, pemerintah mendorong program vaksinasi kejar melalui metode imunisasi ganda, yaitu pemberian lebih dari satu jenis vaksin dalam satu kali kunjungan. Meski masih menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua, pendekatan ini telah terbukti aman, efektif, dan efisien.
Menurut Soedjatmiko, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian imunisasi ganda tidak berbahaya. Bahkan, jika anak menerima vaksin lebih dari jadwal, hal tersebut tetap lebih baik dibandingkan tidak mendapatkan imunisasi sama sekali.
Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap
Imunisasi dasar wajib diberikan sejak bayi lahir hingga usia 2 tahun untuk melindungi dari berbagai penyakit serius. Berikut ringkasannya:
Usia 0–6 Bulan
- Vaksin Hepatitis B: mencegah infeksi hati serius
- Vaksin DPT: mencegah difteri, pertusis, dan tetanus
- Vaksin BCG: mencegah tuberkulosis
- Vaksin HiB: mencegah meningitis dan pneumonia
- Vaksin Polio: mencegah kelumpuhan
- Vaksin PCV: mencegah infeksi pneumokokus
- Vaksin Rotavirus: mencegah diare berat
Usia 6–12 Bulan
- Vaksin Influenza: melindungi dari flu musiman
- Vaksin Japanese Encephalitis (JE): mencegah radang otak
- Vaksin MMR: mencegah campak, gondok, dan rubella
- Usia 12–24 Bulan
- Vaksin Hepatitis A
- Vaksin Varisela (cacar air)
Baca juga: Penyakit Autoimun: Penyebab, Jenis, Gejala, dan Cara Pengobatan yang Tepat
Jika imunisasi tidak lengkap, anak berisiko mengalami penyakit berat yang dapat menyebabkan komplikasi serius, kecacatan, bahkan kematian.
Manfaat Imunisasi Ganda untuk Anak
Penerapan imunisasi ganda telah dilakukan di berbagai negara dan terbukti memberikan banyak keuntungan, antara lain:
- Perlindungan Lebih Cepat
Anak mendapatkan kekebalan sejak dini pada masa paling rentan. - Efisien Waktu dan Biaya
Mengurangi frekuensi kunjungan ke fasilitas kesehatan. - Minim Trauma pada Anak
Mengurangi kecemasan karena suntikan dilakukan sekaligus. - Meningkatkan Cakupan Imunisasi
Memudahkan tenaga kesehatan menjangkau lebih banyak anak.
Tips Aman Pemberian Imunisasi Ganda
Agar proses imunisasi berjalan optimal, orang tua perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Dilakukan di Fasilitas Kesehatan Resmi
Pastikan vaksin diberikan oleh tenaga medis terlatih. - Konsultasi Sebelum Imunisasi
Diskusikan kondisi anak dan kemungkinan KIPI (demam atau nyeri ringan). - Perhatikan Lokasi Penyuntikan
Bayi biasanya disuntik di paha, sedangkan anak yang lebih besar di lengan. - Kurangi Rasa Nyeri pada Anak
Ibu dapat menyusui, memeluk, atau mengalihkan perhatian anak dengan mainan. (***)

