Beritakota.id, Jakarta – Warna baru hadir di industri musik Tanah Air. Musisi solois, singer-songwriter, sekaligus maestro Sape’ Dayak, Gabriel Drannoktah, resmi memperkenalkan single perdananya berjudul Senyumanmu, sebuah karya yang memadukan kekayaan musik tradisional Kalimantan dengan sentuhan world music dan aransemen modern yang mudah dinikmati lintas generasi.

Peluncuran lagu tersebut dirayakan melalui acara Showcase: Launching Single Perdana Gabriel Drannoktah – “Senyumanmu” yang digelar di Aming Coffee, Jakarta, Minggu (14/6). Tempat tersebut dipilih karena memiliki keterikatan dengan Kalimantan Barat, daerah asal Gabriel.

Single “Senyumanmu” menjadi langkah awal perjalanan musikal Gabriel dalam membawa suara khas Sape’, alat musik petik tradisional suku Dayak Kalimantan, lebih dekat kepada penikmat musik modern.

Karya ini menghadirkan perpaduan harmonis antara melodi Sape’ yang lembut dengan aransemen kontemporer, menghasilkan nuansa world music yang segar dan easy listening.

Lebih dari sekadar lagu cinta, “Senyumanmu” merupakan ungkapan perasaan jatuh cinta pada pandangan pertama yang menghadirkan kebahagiaan sekaligus kegelisahan. Melalui lirik yang intim dan melodi yang hangat, Gabriel mengajak pendengar menyelami pengalaman emosional yang sederhana namun penuh makna.

“Lagu ini dibuat dengan penuh emosi dan kejujuran berdasarkan pengalaman pribadi. Saya ingin pendengar merasakan apa yang saya rasakan, perasaan yang mentah, namun penuh makna,” ujar Gabriel.

Ia menambahkan, single tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus kekagumannya yang dituangkan melalui petikan dawai Sape’ yang dipadukan dengan karakter vokal khas.

“Single ini adalah langkah awal saya untuk membawa keindahan bunyi Sape’ lebih dekat ke telinga pendengar lintas generasi. ‘Senyumanmu’ adalah ungkapan syukur dan kekaguman yang saya tuangkan melalui dawai-dawai Sape’ yang saya padukan dengan dinamika vokal yang intim,” katanya.

Baca juga: Alter Bungareyza, Mingse Merilis Single “Astaga Bercanda”

Dalam proses produksinya, Gabriel menggabungkan teknik rekaman modern dengan karakter alami bunyi kayu Sape’ agar tetap terdengar jernih dan autentik di tengah aransemen musik yang megah namun tetap organik.

Pendekatan tersebut menjadi ciri khas yang ingin terus dipertahankan dalam setiap karya orisinalnya, sekaligus memperlihatkan bahwa musik tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas.

Dari Lapangan Hijau ke Panggung Musik

Perjalanan Gabriel menuju dunia musik terbilang unik. Lahir di Desa Bengkilu, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, ia merupakan putra suku Dayak Bakati’.

Sebelum menekuni dunia musik secara profesional, Gabriel sempat berkarier sebagai pesepakbola dan pernah bermain di kompetisi Liga 3 Indonesia. Namun, kecintaannya terhadap musik tradisi membuatnya memutuskan fokus menjadi pemain Sape’ dan penyanyi.

Keputusan tersebut membawanya meraih berbagai pencapaian, termasuk menjadi juara lomba vokal solo pada Gawai Dayak Jakarta. Ia juga kerap tampil dalam berbagai acara kenegaraan, festival budaya, hingga perhelatan pernikahan.

Dalam showcase peluncuran “Senyumanmu”, Gabriel turut menggandeng sejumlah seniman tradisi Dayak di Jakarta sebagai bentuk komitmennya dalam melestarikan dan memperkenalkan seni budaya Dayak kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan slogan “Memainkan Nada; Merangkai Cerita; Berbagi Rasa”, Gabriel berharap karya-karyanya dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kekayaan budaya Nusantara dengan perkembangan musik masa kini.

Single perdana “Senyumanmu” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Melalui petikan Sape’ dan suara khasnya, Gabriel Drannoktah menghadirkan bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan, melahirkan karya yang relevan sekaligus menjaga identitas budaya Indonesia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *