Beritakota.id, Bekasi – Alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas YARSI Angkatan 1999 menggelar khitanan massal gratis bagi puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa di Pondok Pesantren Darojatul Ashfad (Daarfhad), Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/7/2026).
Tak hanya memberikan layanan khitan tanpa biaya, para alumni juga memastikan setiap peserta memperoleh pendampingan medis hingga masa pemulihan.
Sebanyak 55 anak mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut. Mayoritas peserta berusia 4–7 tahun atau setingkat taman kanak-kanak hingga kelas 1–2 sekolah dasar dan berasal dari keluarga kurang mampu di sekitar lingkungan pondok pesantren.
Penanggung Jawab Bakti Sosial Khitanan Massal, dr. Victorino, MKM, mengatakan seluruh peserta merupakan anak yatim, piatu, dhuafa, dan keluarga prasejahtera yang diprioritaskan melalui pendataan bersama pihak pondok pesantren.
“Sebanyak 55 peserta merupakan anak yatim, piatu, anak dari keluarga kurang mampu, dan dhuafa yang tinggal di sekitar Ponpes Daarfhad,”
Menurutnya, proses perekrutan peserta melibatkan pengurus pondok pesantren, RT, RW, serta tokoh masyarakat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Perekrutan peserta kami serahkan kepada pihak pondok dengan melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat sehingga benar-benar diprioritaskan bagi anak-anak yang membutuhkan dan belum memiliki biaya untuk khitan. Kami memahami biaya khitan cukup besar sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat,”
Dalam pelaksanaannya, tim medis menggunakan metode elektrokauter atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai metode laser. Teknik ini dipilih karena dapat meminimalkan perdarahan selama tindakan.
Meski demikian, setiap peserta tetap menjalani observasi selama sekitar 20 menit setelah proses khitan guna memastikan tidak terjadi komplikasi, terutama perdarahan.
“Setelah tindakan, setiap anak kami observasi sekitar 20 menit agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama perdarahan pascakhitan,”
Sebagai bentuk layanan yang komprehensif, panitia juga menyediakan mini apotek. Seluruh peserta memperoleh obat pereda nyeri dan antibiotik yang dikonsumsi selama tiga hingga lima hari untuk membantu proses penyembuhan sekaligus mencegah infeksi.
dr. Victorino menjelaskan masa pemulihan dengan metode elektrokauter umumnya berlangsung sekitar 5–7 hari. Selama periode tersebut, anak-anak dianjurkan mengurangi aktivitas fisik, menjaga area luka tetap kering, serta menghindari berlari, naik turun tangga, dan bermain secara berlebihan.
Tak berhenti pada hari pelaksanaan, Alumni FK Universitas YARSI Angkatan 1999 juga menggandeng Puskesmas Sukaraya untuk melakukan pemantauan pascatindakan. Apabila dalam dua hingga tiga hari muncul keluhan, peserta dapat memeriksakan diri ke puskesmas tersebut.
“Bagi peserta yang memiliki BPJS Kesehatan, pelayanan lanjutan dapat ditanggung. Sedangkan bagi yang belum memiliki BPJS, kami akan membantu dukungan pembiayaannya,”
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Persaudaraan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI (PERSALUNY), dr. Taufik Aziz Attamimi, Sp.B., FINACS., M.H.Kes., mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin alumni sebagai wujud pengabdian profesi kepada masyarakat.
“Kegiatan ini kami lakukan secara rutin sebagai bentuk pengabdian alumni YARSI kepada masyarakat,”
Apresiasi juga disampaikan Pengasuh Ponpes Daarfhad, KH Sudrajat. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar, khususnya keluarga yang selama ini terkendala biaya untuk mengkhitankan anak.
“Atas nama pengasuh pondok, yayasan, para wali, dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada tim dokter Alumni YARSI Angkatan 1999 yang datang dengan penuh keikhlasan untuk mengabdi kepada masyarakat. Semoga menjadi amal ibadah dan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan ke depannya,” tuturnya. (***)

