Beritakota.id, Jakarta – Di tengah masih maraknya masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal, upaya meningkatkan literasi keuangan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mencegah munculnya korban baru. Berangkat dari semangat tersebut, PT Malahayati Nusantara Raya (Malahayati Konsultan) kembali menggelar program edukasi literasi keuangan mengenai bahaya pinjaman online sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026), diikuti peserta dari berbagai kalangan. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal, pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, hingga langkah-langkah pencegahan agar tidak terjebak praktik keuangan ilegal.
Di sela kegiatan, CEO PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana Wijaya atau yang akrab disapa Bang Ujay, didampingi Kuasa Hukum Albert dan Kepala Departemen Humas Syahroji (Oji), melayani wawancara dengan sejumlah awak media.
Menanggapi berbagai pertanyaan mengenai keberlanjutan program perusahaan, Bang Ujay menegaskan bahwa edukasi dan pemberdayaan masyarakat tetap menjadi prioritas utama PT Malahayati Nusantara Raya.
“Fokus kami tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Bagi yang belum terjerat pinjaman online, kami ingin mereka memahami risikonya agar tidak menjadi korban. Sementara bagi masyarakat yang sudah terdampak, kami hadir memberikan konsultasi, pendampingan, dan solusi agar mereka bisa bangkit kembali,” ucapnya.
Menurut Bang Ujay, rendahnya literasi digital dan literasi keuangan masih menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan masyarakat mudah menjadi korban pinjaman online ilegal. Oleh karena itu, perusahaan akan terus memperluas berbagai program edukasi melalui seminar, diskusi publik, pelatihan, serta kegiatan literasi lainnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya, Albert, menjelaskan perkembangan proses administratif perusahaan menyusul audiensi dengan Satgas PASTI pada Juni lalu.
Ia mengatakan perusahaan telah mengambil langkah proaktif dengan terus berkoordinasi dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sejak audiensi Juni lalu, kami terus berkoordinasi dan memproses seluruh kelengkapan administrasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sembari proses itu berjalan, operasional perusahaan, khususnya program edukasi dan pendampingan masyarakat, tetap berjalan seperti biasa karena memang inilah kegiatan utama kami sejak awal,” kata Albert.
Baca juga: PT Malahayati Optimistis Percepat Penyelesaian Administratif Usai Audiensi dengan Satgas PASTI OJK
Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Humas PT Malahayati Nusantara Raya, Syahroji (Oji), meluruskan berbagai informasi yang beredar mengenai model bisnis perusahaan.
Menurutnya, PT Malahayati Nusantara Raya merupakan lembaga jasa konsultasi dan bukan lembaga jasa keuangan.
“PT Malahayati Nusantara Raya atau Malahayati Konsultan adalah lembaga jasa konsultasi, bukan lembaga jasa keuangan. Kami tidak melakukan penghimpunan dana masyarakat. Kami memberikan layanan konsultasi dan pendampingan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan, khususnya terkait pinjaman online,” jelas Oji.
Oji menambahkan bahwa kegiatan edukasi, literasi keuangan, dan pendampingan masyarakat telah menjadi aktivitas utama perusahaan sejak berdiri. Proses administratif yang sedang berlangsung, menurutnya, tidak menghentikan operasional perusahaan secara keseluruhan.
Ia juga menjelaskan bahwa program pembinaan UMKM yang dijalankan perusahaan merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha yang terdampak persoalan pinjaman online. Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pembinaan agar mampu memulihkan kondisi ekonomi sekaligus mengembangkan usahanya secara mandiri.
Selain menjalankan program literasi keuangan, PT Malahayati Nusantara Raya juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial, mulai dari rehabilitasi rumah korban kebakaran, pelatihan kerja, diskusi publik, hingga berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ke depan, perusahaan berencana memperluas kolaborasi dengan instansi pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menutup wawancara, Bang Ujay kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membuka ruang komunikasi dengan regulator sembari menjalankan berbagai program konsultasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai bidang usaha yang dimiliki.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi keuangan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Karena itu, edukasi akan terus menjadi prioritas kami,” tutupnya. (***)

