Beritakota.id, Jakarta – PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/7/2026). Perseroan menggunakan kode saham JELI dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).
Antusiasme investor terhadap IPO JELI terbilang sangat tinggi. Penawaran saham perdana tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 273,37 kali pada porsi pooling dengan jumlah partisipasi mencapai 630.491 investor. Capaian tersebut menjadikan IPO JELI sebagai salah satu penawaran saham perdana dengan tingkat partisipasi investor ritel terbesar di pasar modal Indonesia sepanjang 2026.
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menawarkan 266 juta saham baru atau setara 21,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham, berada pada batas bawah kisaran harga penawaran awal Rp900 hingga Rp1.120 per saham.
Pada hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia, saham JELI dibuka pada level Rp900 per saham, sama dengan harga penawaran perdana.
Tonggak Baru Perjalanan INACO sebagai Perusahaan Terbuka
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, mengatakan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk memasuki fase pertumbuhan baru sebagai perusahaan publik.
Menurutnya, keberhasilan IPO tidak lepas dari kepercayaan investor, regulator, mitra usaha, serta seluruh pihak yang mendukung proses penawaran umum perdana saham.
“Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Niramas Utama Tbk. Kepercayaan yang diberikan investor menjadi tanggung jawab bagi Perseroan untuk terus menjaga kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Adhi.
Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Produksi
Perseroan telah menyiapkan strategi penggunaan dana hasil IPO guna memperkuat kapasitas bisnis dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Sekitar 56,70 persen dana hasil penawaran umum akan disalurkan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT NPS untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly, yang diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru, baik di pasar domestik maupun ekspor.
Selanjutnya, sekitar 10,04 persen dana akan dialokasikan untuk belanja modal berupa pembelian mesin produksi, peningkatan kapasitas gudang, serta peningkatan efisiensi logistik.
Perseroan juga mengalokasikan sekitar 10,90 persen dana IPO untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek, sedangkan 22,36 persen sisanya digunakan sebagai modal kerja guna mendukung operasional perusahaan.
Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai pencatatan saham INACO di Bursa Efek Indonesia membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan.
Ia menyebut pengalaman lebih dari tiga dekade di industri makanan dan minuman, strategi ekspansi yang terukur, serta peningkatan efisiensi operasional menjadi modal penting untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
Laba Melonjak Meski Penjualan Terkoreksi
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, PT Niramas Utama Tbk membukukan penjualan sebesar Rp753,05 miliar.
Walaupun penjualan mengalami penyesuaian dalam dua tahun terakhir, Perseroan justru mencatat peningkatan profitabilitas yang signifikan. Laba tahun berjalan meningkat 592,50 persen pada 2024 dan kembali tumbuh 235,50 persen pada 2025.
Kinerja tersebut ditopang oleh efisiensi operasional, optimalisasi biaya bahan baku, serta strategi pengembangan portofolio produk dengan margin keuntungan yang lebih tinggi.
Perkuat Ekspansi Global
Selama lebih dari 30 tahun beroperasi, INACO terus memperluas bisnis makanan dan minuman berbasis kelapa dengan dukungan fasilitas produksi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi.
Produk-produk Perseroan kini telah dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi ekspansi global.
Selain memperluas pasar internasional, Perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui pemberdayaan petani lokal sebagai pemasok bahan baku serta penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah operasional.
Ke depan, PT Niramas Utama Tbk akan memanfaatkan dana IPO untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperluas jaringan distribusi, serta menghadirkan inovasi produk guna menangkap peluang pertumbuhan industri fast-moving consumer goods (FMCG) di pasar domestik maupun internasional.
Dengan tambahan modal dari pasar modal, Perseroan optimistis mampu memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham di tengah dinamika ekonomi global.

