Beritakota.id, Brebes – Banjir rob merendam tiga desa yakni Desa Prapag Lor, Prapag Kidul, dan Desa Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, selama sepekan terakhir telah mengganggu aktivitas warga setempat.
Ketinggian air yang mencapai 20–50 sentimeter tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan akses jalan utama. Mobilitas warga terganggu, termasuk para pelajar yang kesulitan berangkat ke sekolah karena jalur yang biasa mereka lalui tidak bisa dilewati.
Melihat kondisi tersebut, Polsek Losari Polres Brebes yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Sodikin turun tangan membantu warga.
Dari pantauan dilokasi tampak sejumlah personel Polsek Losari membantu mengantar para siswa di Desa Prapag Lor menggunakan mobil patroli ke sekolah masing-masing.
Kapolsek Losari, AKP Sodikin, mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud pelayanan kepolisian kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.
“Kami memahami kesulitan warga, khususnya anak-anak sekolah. Jadi kami jemput bola dengan menyiapkan mobil patroli untuk mengantar mereka. Jangan sampai banjir rob membuat mereka terpaksa absen atau ketinggalan pelajaran,” ujar AKP Sodikin, Kamis (4/12/2025).
Ia menambahkan, petugas juga dikerahkan untuk memantau titik-titik rawan banjir dan memastikan keamanan warga yang masih beraktivitas di area tergenang.
Menurut Kapolsek pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan BPBD Brebes untuk memantau perkembangan rob serta menyiapkan langkah antisipasi jika ketinggian air meningkat.
Kepala Desa Prapag Lor, Fakhruddin Andes Raka, menyampaikan bahwa banjir rob mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Tinggi genangan mencapai 20 hingga 50 sentimeter, terutama dalam beberapa hari terakhir.
“Banjir rob sudah terjadi sejak pekan lalu, dan ketinggian air bisa mencapai 50 sentimeter,” ujarnya.
Akibatnya, menurut Fakhruddin, tidak hanya rumah warga yang terendam, tetapi sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak, termasuk sekolah.
Ia berharap pemerintah dapat melakukan penanganan yang lebih permanen, mengingat banjir rob menjadi persoalan berulang yang terus mengganggu kehidupan sehari-hari warga.




Tinggalkan Balasan Batalkan balasan