Beritakota.id, Jakarta – Alzheimer’s Disease menjadi salah satu penyakit neurodegeneratif yang jumlah penderitanya terus meningkat di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia.
Di Amerika Serikat, jutaan orang dilaporkan hidup dengan Alzheimer, kondisi yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, hingga gangguan aktivitas sehari-hari.
Salah satu kisah yang sempat menarik perhatian datang dari Steve Newport, penderita Alzheimer yang mengalami perubahan setelah mengonsumsi minyak kelapa secara rutin.
Istrinya, Dr. Mary Newport, mulai meneliti kemungkinan hubungan antara Alzheimer dan gangguan metabolisme energi di otak setelah melihat kondisi suaminya memburuk.
Mary menemukan sejumlah penelitian yang menyebut otak penderita Alzheimer mengalami kesulitan memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi. Kondisi tersebut disebut memiliki kemiripan dengan gangguan metabolisme pada diabetes.
Dari penelitian itu, Mary kemudian mempelajari peran keton sebagai sumber energi alternatif bagi otak.
Keton dapat dihasilkan tubuh dari trigliserida rantai menengah (medium-chain triglycerides atau MCT) yang terkandung dalam minyak kelapa.
Mary lalu mulai menambahkan minyak kelapa ke dalam pola makan Steve secara rutin.
Baca juga: 12 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan, dari Melancarkan Pencernaan hingga Cegah Penyakit
Menurut pengalamannya, kondisi Steve disebut mengalami perubahan dalam beberapa minggu, mulai dari peningkatan kemampuan berpikir hingga aktivitas sehari-hari yang menjadi lebih baik.
Minyak kelapa sendiri diketahui mengandung MCT yang dapat diubah hati menjadi keton sebagai sumber energi alternatif untuk otak tanpa bergantung sepenuhnya pada insulin.
Meski kisah tersebut banyak dibahas sebagai harapan baru bagi penderita Alzheimer dan demensia, para ahli menilai manfaat minyak kelapa terhadap Alzheimer masih memerlukan penelitian ilmiah lebih lanjut dalam skala besar.
Hingga kini, belum ada bukti medis yang menyatakan minyak kelapa dapat menyembuhkan Alzheimer.
Sejumlah penelitian memang menunjukkan potensi MCT dalam membantu fungsi kognitif tertentu, tetapi hasilnya masih terbatas dan belum dapat dijadikan terapi utama.
Para dokter juga mengingatkan bahwa penanganan Alzheimer tetap memerlukan diagnosis medis, terapi yang tepat, pola hidup sehat, aktivitas fisik, serta stimulasi otak secara rutin.
Karena itu, konsumsi minyak kelapa sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola hidup sehat dan bukan pengganti pengobatan medis untuk penderita Alzheimer maupun Parkinson’s Disease. (***)

