Catat, WNA Masuk Ke Indonesia Harus Miliki Asuransi Covid-19 Senilai Rp 357 Juta

Seorang petugas medis memberikan suntikan pertama vaksin kepada Jennifer Haller (kiri), dalam uji klinis tahap pertama vaksin virus corona COVID-19, di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle, 16 Maret 2020. (Foto: AP)

Beritakota.id, Jakarta –  Pemerintah menerapkan seumlah aturan baru untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Salah satunya, bagi warga negara asing (WNA) PPLN adalah memiliki asuransi kesehatan yang bisa menanggung pengobatan infeksi Covid senilai menilai 25.000 dollar AS atau sekitar Rp357 juta (asumsi kurs Rp14.300).

“Khusus WNA PPLN, melampirkan visa kunjungan singkat atau izin masuk sesuai peraturan perundangan, dan bukti kepemilikan asuransi kesehatan minimal senilai 25.000 dollar AS, yang mencakup pembiayaan penanganan Covid-19,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (7/3/2022).

Selain itu, Kemenhub juga menambah bandara yang melayani penerbangan internasional. Yaitu Bandara Soekarno Hatta di Banten, Bandara Juanda di Sidoarjo Jawa Timur, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Bandara Hang Nadim di Batam, Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Bandara Sam Ratulangi di Manado dan dan Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Nusa Tenggara Barat.

“Khusus PPLN yang memasuki wilayah Indonesia melalui Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid, harus dengan mekanisme sistem bubble,” ujar Novie Riyanto.

Aturan diatas tercantum dalam Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Luar Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.

SE 20/2022 ini menggantikan SE Nomor 13/2022 yang berlaku sebelumnya. Ia menerangkan, perbedaan antara kedua SE itu adalah masa karantina 7×24 jam bagi PPLN yang menerima vaksin dosis pertama, dan 3×24 jam bagi PPLN yang menerima vaksin dosis kedua atau dosis ketiga.

Dalam aturan sebelumnya, bagi PPLN yang baru mendapat vaksin dosis kedua, harus menjalani karantina selama 5 hari.

Selain itu, ada juga aturan baru yakni enunjukkan bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi selama menetap di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *