Beritakota.id, Jakarta – Ajang bergengsi CEO Excellence Award 2025 siap mengapresiasi para Chief Executive Officer (CEO) yang telah menunjukkan kepemimpinan visioner, adaptif, dan berdampak nyata di tengah dinamika transformasi ekonomi dan bisnis nasional. Acara ini menjadi penanda pentingnya peran CEO sebagai motor penggerak perubahan di era digital.

Fadel Muhammad, seorang pengusaha dan politisi nasional, menekankan betapa krusialnya peran CEO di masa depan. Ia menyatakan bahwa studi dari Harvard Business Review menunjukkan sekitar 45-50% kinerja perusahaan bergantung pada CEO. “Di era perubahan yang dipicu digitalisasi, CEO dituntut berani mengambil keputusan strategis, turun langsung ke lapangan, dan memastikan eksekusi berjalan,” ujar Fadel.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang hanya mengandalkan instruksi dari balik meja sudah berakhir, dan CEO masa depan harus memimpin dengan teladan dan pemahaman mendalam terhadap persoalan di lapangan.

Di sisi lain, Ali Murtopo Simbolon, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyambut baik peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah saat ini fokus pada tiga mesin pertumbuhan: konvensional, ekonomi digital, dan pertumbuhan baru seperti semikonduktor dan bioteknologi.

Melalui program Gig Economy, pemerintah berupaya memberdayakan talenta digital nasional agar menjadi mitra strategis dunia usaha. “Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 5,4% pada 2026, bahkan menuju negara maju sebelum 2045,” ungkap Ali.

Ia juga mengajak para CEO untuk memperkuat kolaborasi nyata dengan pemerintah demi meningkatkan daya saing dan ekspor nasional.

CEO Excellence Award 2025 menegaskan bahwa kepemimpinan CEO kini tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari keberanian mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, kolaborasi, serta kontribusi terhadap keberlanjutan dan kemajuan ekonomi nasional.