Beritakota.id, Jakarta — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, kenaikan harga bahan pangan kembali menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat perkotaan. Sejumlah kebutuhan pokok di Jakarta mengalami lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir, mulai dari beras, telur ayam, minyak goreng, hingga bawang merah.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga beras medium berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp19.000 per kilogram, sementara telur ayam menyentuh Rp34.000 per kilogram di sejumlah pasar. Kondisi ini membuat banyak warga harus lebih cermat mengatur pengeluaran rumah tangga menjelang hari raya.
Baca juga : Gelaran Bazar Sembako Murah untuk Ringankan Masyarakat
Di tengah situasi tersebut, bazar murah yang digelar komunitas Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA) di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), menjadi alternatif bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Sejak pagi, warga tampak memadati area bazar untuk membeli paket sembako, telur ayam, hingga minyak goreng yang dijual di bawah harga pasar. Tidak sedikit warga yang mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat.
Founder SAHARA, Sharmila Yahya, mengatakan kegiatan bazar murah rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan ketika harga kebutuhan pokok cenderung naik.
“Kami ingin masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih ringan,” ujar Sharmila.
Dalam kegiatan itu, SAHARA menyediakan ratusan paket sembako dengan harga subsidi. Selain membantu warga memperoleh bahan pangan murah, bazar tersebut juga melibatkan pelaku UMKM lokal untuk ikut berjualan dan memperluas akses pasar mereka.
Bagi sebagian warga, keberadaan bazar murah tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang solidaritas sosial di tengah tekanan ekonomi. Dini, salah satu warga Kalibata, mengatakan kegiatan seperti ini cukup membantu masyarakat kecil yang harus menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Intan, yang berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan secara berkala di berbagai wilayah Jakarta.
SAHARA sendiri merupakan komunitas pemberdayaan perempuan yang bergerak di sektor usaha ritel tradisional dan warung. Sejak berdiri pada 2015, organisasi tersebut telah membina ribuan warung di wilayah DKI Jakarta serta aktif menggelar program sosial berbasis kebutuhan masyarakat.
Di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat, komunitas ini juga mulai memanfaatkan platform digital melalui aplikasi “Sembako Sahara” guna mempermudah akses kebutuhan pokok secara daring. (Lukman Hqeem)

