Beritakot.id, Cikarang — Aktivitas di kawasan GIIC Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tampak sedikit berbeda. Bukan sekadar produksi rutin, melainkan momen penting bagi PT Stainless Prima Pipe (SPP) yang untuk pertama kalinya melepas ekspor produk mereka ke pasar Eropa.
Sebanyak 20 ton pipa stainless steel dikirim ke Jerman, menjadi tonggak awal perusahaan yang baru berdiri pada 2023 itu untuk menapaki pasar global.

Direktur Utama PT SPP, Mustika Ali, menyebut ekspor ini sebagai langkah awal yang sejak awal memang sudah dirancang perusahaan. “Sejak awal kami memang tidak hanya berpikir untuk pasar dalam negeri, tapi juga global. Jadi ketika kesempatan itu datang, kami sudah siap,” ujarnya saat ditemui usai seremoni yang ditemui oleh tim Beritakota.id, Rabu, (29/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini kebutuhan pasar domestik untuk produk sejenis berkisar 300 hingga 400 ton. Dari angka tersebut, perusahaannya telah mampu memasok sekitar 70–80 persen kebutuhan industri dalam negeri.

Baca Juga: 40 Perusahaan Baja Menunggak PPN, Menkeu Purbaya Curigai Keterlibatan Oknum DJP

Secara tak langsung, Mustika menegaskan bahwa keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari kapasitas produksi yang terus ditingkatkan, termasuk investasi tambahan mesin untuk memenuhi permintaan luar negeri.

Menariknya, produk yang dikirim ke Jerman bukan produk biasa. Pipa stainless steel yang diproduksi PT SPP dirancang khusus untuk kebutuhan industri dengan standar tinggi, seperti makanan, minuman, hingga farmasi.

“Ini food grade dengan spesifikasi yang sangat ketat. Sedikit saja tidak sesuai, bisa langsung ditolak,” kata Mustika.

Ia juga menambahkan, kepercayaan pasar internasional diperoleh karena perusahaan telah mengantongi sertifikasi global, termasuk dari Amerika Serikat dan Eropa.

Tak berhenti di Jerman, perusahaan kini mulai membuka komunikasi untuk ekspansi ke sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia.

Baca Juga: ISSEI, Pameran Tahunan Industri Baja Terbesar di Indonesia Akan Digelar di JCC

Di sisi lain, pemerintah melihat langkah ini sebagai sinyal positif bagi kinerja ekspor nasional, khususnya sektor besi dan baja.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajari Puntodewi, menyebut ekspor ini sebagai perkembangan yang patut diapresiasi.

“Ini langkah luar biasa karena menambah varian ekspor produk besi dan baja kita. Secara umum, sektor ini sudah masuk lima besar kontributor ekspor nasional,” ujarnya kepada awak media.

Ia mengungkapkan, tren ekspor sektor tersebut juga menunjukkan pertumbuhan positif, dengan kenaikan sekitar 5,6 persen pada 2025.

Namun demikian, ia tidak menampik bahwa pasar Eropa memiliki tantangan tersendiri, mulai dari standar kualitas hingga hambatan perdagangan (trade barrier) yang cukup ketat.

Secara tak langsung, Fajari menegaskan bahwa kemampuan produk Indonesia menembus pasar seperti Jerman menunjukkan daya saing yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
“Kita harus berbesar hati karena sekarang sudah mampu memproduksi barang dengan kualitas tinggi, apalagi ini digunakan untuk sektor yang sangat sensitif seperti makanan dan farmasi,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan ekosistem industri melalui promosi dagang, business matching, hingga fasilitasi akses pasar global.

Hal senada disampaikan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad FS, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Menurutnya, penguatan industri baja nasional, khususnya produk bernilai tambah seperti pipa stainless steel, menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di tengah dinamika perdagangan global.

Sementara itu, dari sisi produksi, PT SPP saat ini memiliki kapasitas hingga 1.100 ton per tahun. Seluruh produknya telah mengacu pada standar internasional seperti ASTM, 3A, dan EN 10357 untuk menjamin kualitas dan presisi.

Langkah ekspor perdana ini menjadi lebih dari sekadar pengiriman barang. Ia menjadi penanda bahwa industri manufaktur dalam negeri mulai bergerak naik kelas tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global dengan standar yang semakin ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *