OJK Siapkan Aturan Baru, Fintech Bisa Kasih Pinjaman Hingga Rp 10 Miliar

Gedung Otoritas Jasa Keuangan: Istimewa
Gedung Otoritas Jasa Keuangan: Istimewa

Beritakota.id, Jakarta – Fintech Peer-to-Peer Lending telah menjadi salah satu pilihan pembiayaan oleh masyarakat. Dan kini masyarakat akan bisa melakukan pinjaman di fintech P2P lending hingga menjadi Rp10 miliar dari sebelumnya hanya Rp2 miliar.

Kebijakan ini akan diatur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui aturan baru RPOJK tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) yang saat ini sedang dalam proses penyelarasan.

“Dalam RPOJK LPBBTI tersebut direncanakan akan terdapat penyesuaian batas maksimum pendanaan produktif dari sebelumnya sebesar Rp2 miliar menjadi sebesar Rp10 miliar,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Agusman, dikutip Kamis (11/7/2024).

Baca Juga: Transaksi Judi Online Capai Rp 100 Triliun, Ada Kaitannya dengan Fintech Lending

Ketentuan tersebut berdasarkan sepanjang penyelenggara memenuhi kriteria tertentu antara lain memiliki rasio TWP90 maksimum sebesar 5 persen dan tidak sedang dikenakan sanksi pembekuan kegiatan usaha sebagian atau seluruhnya dari OJK.

“Melalui penyesuaian besaran maksimum pendanaan produktif dimaksud diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan pendanaan produktif oleh penyelenggara LPBBTI,” kata Agusman.

Adapun OJK mencatat porsi penyaluran pendanaan ke sektor produktif mencapai 31,52 persen pada Mei 2024. Porsi ini menurun dibanding April 2024 yang tercatat sebesar 31,86 persen.

Agusman menerangkan, sesuai dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan LPBBTI 2023-2028, penyaluran ke sektor produktif pada 2028 sebesar 50-70 persen. Dengan demikian, batas atasnya sebesar 70 persen dan batas bawahnya 50 persen.

Terkait kinerja industri, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending pada Mei 2024 mencapai Rp64,56 triliun. Adapun pencapaian pada Mei 2024 tumbuh sebesar 25,44 persen Year on Year (YoY), sedangkan April 2024 tumbuh sebesar 24,16 persen YoY.

Sementara itu, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending pada Mei 2024 tercatat sebesar 2,91 persen.

Adapun TWP90 pada Mei 2024 tercatat menurun dari posisi Mei 2023 yang sebesar 3,36 persen. Namun, nilai Mei 2024 meningkat jika dibandingkan dengan posisi April 2024 yang sebesar 2,79 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *