Beritakota.id, Nganjuk – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi momen bersejarah yang menandai penghormatan negara terhadap perjuangan kaum buruh sekaligus mengenang sosok Marsinah sebagai simbol keberanian melawan ketidakadilan.
Acara peresmian berlangsung meriah dan dipadati sekitar 7.000 buruh dari berbagai daerah. Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, mulai dari jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Forkopimda Jawa Timur, Forkopimka Nganjuk, Ketua MUI hingga pimpinan serikat pekerja KSPSI.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut keberadaan Museum Marsinah sebagai peristiwa langka dan monumental, bahkan disebutnya bisa menjadi museum buruh pertama di dunia yang secara khusus didedikasikan untuk perjuangan pekerja.
Baca Juga: Di Hadapan Ribuan Buruh, Prabowo Subianto Bakal Resmikan Museum Marsinah
“Ini saya kira peristiwa yang langka dan luar biasa. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, museum tersebut bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol sejarah perjuangan rakyat kecil yang selama ini memperjuangkan keadilan sosial dan hak-hak pekerja.
Prabowo menegaskan bahwa perjuangan Marsinah tidak hanya mewakili kaum buruh, tetapi juga menjadi lambang perjuangan masyarakat kecil yang hidup dalam keterbatasan dan minim kekuasaan.
“Perjuangan tersebut adalah lambang perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah, orang-orang miskin, orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan,” ujarnya.
Presiden juga menyinggung tragedi yang dialami Marsinah sebagai pelajaran penting bagi bangsa. Ia menilai peristiwa tersebut seharusnya tidak terjadi apabila nilai-nilai dasar bangsa dijalankan secara konsisten.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi Pancasila dan semangat keadilan sosial yang tertuang dalam sila kelima serta Pasal 33 UUD 1945.
Baca Juga: Jepang Kekurangan Tenaga Kerja, Prabowo Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil untuk Miyazaki
“Yang kaya harus menarik yang miskin, yang kuat membantu yang lemah. Buruh adalah anak bangsa, petani anak bangsa, nelayan anak bangsa, semuanya adalah anak bangsa,” tegas Presiden disambut riuh tepuk tangan ribuan buruh.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan bahwa aparat negara seperti TNI dan Polri sejatinya merupakan pelayan rakyat yang bertugas menjaga dan mengabdi kepada masyarakat.
Momen paling menyita perhatian terjadi ketika Presiden mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kehormatan untuk menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional setelah seluruh organisasi buruh mengusulkan nama tersebut secara bulat.
“Saya mendapat kehormatan untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” ungkapnya.
Di akhir acara, Presiden secara resmi meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur,” ucap Presiden.
Peresmian Museum Marsinah dinilai menjadi tonggak penting dalam sejarah gerakan buruh Indonesia. Selain menjadi pengingat atas perjuangan hak-hak pekerja, museum tersebut juga diharapkan menjadi simbol keberanian, kemanusiaan, dan semangat keadilan sosial bagi generasi mendatang.

