Beritakota.id, Makassar – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menyatakan komitmennya untuk mengawal penyelesaian polemik yang melibatkan Cathlyn Lesmana, calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Kota Makassar yang belakangan menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam forum tersebut, PSMTI diwakili oleh Dr. Ariella Hana Sinjaya, S.Pd., M.Div., M.H., selaku Dewan Pakar PSMTI Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Wakil Bendahara Umum PSMTI Pusat, atas mandat Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta dan Ketua PSMTI Sulawesi Selatan Thiawudy Wikarso.
Dalam keterangannya, Dr. Ariella Hana Sinjaya menyampaikan empat sikap resmi PSMTI terkait polemik yang berkembang. Salah satunya adalah mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan secara bijak, proporsional, dan tidak memperkeruh situasi menjadi polemik yang berkepanjangan.
“PSMTI memahami dan menghargai perhatian luas masyarakat terhadap Cathlyn Lesmana. Kami meyakini perhatian tersebut lahir dari niat baik untuk memberikan dorongan, motivasi, dan semangat positif. Karena itu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Cathlyn,” ujar Dr. Ariella dalam forum RDP.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa dukungan tersebut harus disampaikan secara santun dan tidak berkembang menjadi sentimen yang dapat memecah persatuan masyarakat.
“PSMTI mengajak semua pihak agar dukungan yang diberikan tetap bijaksana, proporsional, dan tidak berkembang menjadi polemik. Kita harus berhati-hati agar dukungan yang baik tidak berubah menjadi sentimen etnis atau hal-hal yang justru memperkeruh suasana kebangsaan,” tegasnya.
Dr. Ariella juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan narasi yang mengarah pada isu diskriminasi etnis. Menurutnya, seluruh elemen bangsa harus menjaga persatuan dan saling menghormati tanpa membedakan latar belakang suku maupun etnis.
“Kami berharap narasi diskriminasi tidak lagi dilanjutkan. Suku Tionghoa Indonesia adalah bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Kita semua adalah sesama anak bangsa yang harus saling mendukung dan menjaga persaudaraan,” katanya.
Lebih lanjut, PSMTI mengajak masyarakat dan pengguna media sosial untuk menjaga suasana tetap kondusif serta tidak memperbesar polemik yang berpotensi melukai persatuan nasional.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan netizen untuk menjaga kesejukan. Mari memberikan komentar secara wajar, santun, dan terukur. Jangan memperbesar polemik yang dapat melukai persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.
Menurut Dr. Ariella, perbedaan yang ada di tengah masyarakat seharusnya menjadi kekayaan bangsa yang memperkuat persatuan, bukan menjadi alasan munculnya perpecahan.
Baca juga: PSMTI Terima Sertifikat Wakaf Al-Quran Beriluminasi Tionghoa
“Bersatu kita teguh. Perbedaan adalah kekayaan bangsa yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.
Selain itu, PSMTI juga menaruh perhatian terhadap proses seleksi Paskibraka ke depan. Organisasi tersebut berharap seluruh tahapan seleksi dapat dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berdasarkan kemampuan serta prestasi peserta tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
“PSMTI berharap proses seleksi calon Paskibraka selalu dilakukan berdasarkan kemampuan dan prestasi peserta. Transparansi dan objektivitas adalah kunci agar putra-putri terbaik bangsa yang benar-benar layak dapat mengibarkan Sang Merah Putih,” jelas Dr. Ariella.
Menurutnya, seleksi yang terbuka dan profesional akan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pembinaan generasi muda yang menjadi calon pengibar bendera pusaka.
Menutup pernyataannya, Dr. Ariella mengajak seluruh pihak untuk memberikan apresiasi kepada seluruh peserta seleksi Paskibraka, baik yang dinyatakan lolos maupun yang belum berhasil.
“Mari kita berikan apresiasi kepada seluruh generasi muda yang telah berjuang. Baik yang lolos maupun yang belum lolos, mereka adalah anak-anak bangsa yang hebat dan calon pemimpin masa depan Indonesia,” tuturnya.
Pernyataan PSMTI tersebut mendapat apresiasi dari pimpinan DPRD Sulawesi Selatan yang menilai kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam RDP menjadi bukti bahwa masyarakat Sulawesi Selatan menjunjung tinggi persatuan dan menolak segala bentuk diskriminasi.
PSMTI menegaskan akan terus mengawal perkembangan persoalan ini serta mendorong keterbukaan informasi dalam proses seleksi agar seluruh pihak memperoleh kejelasan dan polemik yang berkembang tidak menjadi isu liar di tengah masyarakat. (***)

