Beritakota.id, Jakarta – PT Ecocare Indo Pasifik Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu, 13 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, tingkat kehadiran pemegang saham mencapai 82,65 persen dari total saham dengan hak suara, dan seluruh agenda yang diajukan Direksi maupun Dewan Komisaris disetujui pemegang saham.

RUPST menghasilkan sejumlah keputusan strategis, di antaranya persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan auditor eksternal untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp360,58 miliar dengan laba bersih mencapai Rp19,76 miliar atau tumbuh 5,85 persen secara tahunan.

Kinerja positif tersebut didorong oleh kontribusi utama dari segmen jasa hygiene, serta pertumbuhan berkelanjutan pada layanan kebersihan dan pengendalian hama.

Manajemen Perseroan menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan berbagai inisiatif strategis, mulai dari digitalisasi operasional, peningkatan kualitas layanan, hingga penguatan kapabilitas internal guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari transformasi operasional, Perseroan telah mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) terintegrasi, mengembangkan platform layanan digital, serta memperluas penggunaan kendaraan listrik yang kini mencakup sekitar 50 persen armada operasional perusahaan.

Baca juga: Gelar RUPS 2026, Ancol Tebar Dividen Rp 41,6 Miliar

Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Perseroan terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aktivitas bisnisnya.

Dalam RUPST tersebut, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk juga menyetujui pembagian laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp19,71 miliar, dengan salah satu alokasi utamanya berupa dividen tunai kepada pemegang saham.

Sebesar Rp7,49 miliar atau setara 38,01 persen dari laba bersih akan dibagikan secara proporsional sesuai kepemilikan saham, dengan nilai dividen sebesar Rp3 per saham. Nilai dividen tersebut meningkat 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan dividen ini mencerminkan kinerja positif Perseroan sekaligus komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil yang optimal dan berkelanjutan kepada para pemegang saham.

Selain itu, Perseroan juga melaporkan bahwa seluruh dana hasil Penawaran Umum sebesar Rp76,125 miliar telah direalisasikan sepenuhnya sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah ditetapkan sebelumnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *