Bank BJB Salurkan 100 Water Filter Kepada Pemkab Bekasi

Beritakota.id, Cikarang – Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Bjb berupa 100 jerigen penyaring air (water filter) yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih di daerah yang terkena banjir. Jerigen ini akan disalurkan ke 19 Desa Tanggap Bencana (Destana) di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Kami berterimakasih kepada Bank Bjb atas bantuan CSR ini, bukan kali ini saja tetapi sebelumnya juga, ada bantuan untuk pencegahan dan antisipasi Covid-19. Jadi banyak hal yang telah kami terima,” ujar Plt. Bupati Bekasi Akhmad Marjuki setelah menerima bantuan tersebut secara simbolis di Command Center Diskominfosantik pada Kamis (30/12).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln menjelaskan, jerigen walter filter itu sebagai antisipasi di musim banjir. Biasanya, musim banjir membuat masyarakat sulit mendapatkan suplai air bersih.

“Kalau banjir masyarakat sulit mencari air bersih, water filter ini bisa menjadi antisipasi kebutuhan air bersih untuk masyarakat saat musim banjir,” katanya.

Henri menjelaskan, penggunaan Water Filter ini cukup mudah yakni dengan cara air kotor dimasukkan ke dalam jerigen water filter lalu dipompa sebanyak 20 kali maka air di dalamnya bisa dikonsumsi langsung.

“Jadi memang sangat bermanfaat dan aman, sudah ada hasil lab-nya juga. Bahkan jika alatnya sudah dipakai bisa dibersihkan dan filternya itu bisa digunakan dalam beberapa tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Bjb Cabang Cikarang, Adie Arief Wibawa menjelaskan program bantuan CSR ini menjadi bagian dari program Bank Bjb.

“CSR yang disisihkan dari laba itu diharapkan dapat membantu masyarakat, termasuk juga dapat berkontribusi di lingkungan, baik kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Adie juga menjelaskan CSR ini menjadi program tahunan Bank Bjb yang diputuskan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bjb.

“Ini program tahunan, yang diputuskan RUPS jadi pada rapat umum pemegang saham memutuskan menyisihkan sebagian dari labanya untuk CSR. Nominalnya itu disesuaikan dengan saham pemerintah kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *