Beritakota.id, Brebes – Setelah empat tahun menjalani pernikahan siri, pasangan suami istri M. Afrizal dan Sutarmi akhirnya menikah secara resmi melalui nikah massal gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut berlangsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Brebes, Kamis, (15/1/ 2026).
Afrizal mengatakan keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama pernikahannya selama ini belum tercatat secara negara. Selama menikah siri, pasangan itu telah dikaruniai dua anak.
“Biaya menjadi kendala, jadi baru bisa ikut nikah resmi sekarang,” kata Afrizal.
Kesempatan itu diperoleh setelah Afrizal mengetahui adanya program nikah massal gratis yang diselenggarakan Pemkab Brebes. Ia kemudian mendaftarkan diri bersama istrinya.
Nikah massal tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348. Wakil Bupati Brebes, Wurja, hadir sebagai saksi dalam prosesi pernikahan para peserta.
Menurut Wurja, kegiatan itu merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hukum serta kebahagiaan bagi masyarakat.
“Menyongsong Hari Jadi Brebes ke-348, kami memfasilitasi pasangan yang selama ini mengalami kesulitan ekonomi maupun kendala lainnya untuk menikah secara resmi,” ujar Wurja.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Kabupaten Brebes, Ridho Khaeroni, menegaskan seluruh rangkaian layanan dalam program tersebut diberikan secara gratis.
“Mulai dari penjemputan pasangan ke rumah, rias pengantin, hingga biaya nikah, semuanya gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun,” kata Ridho.
Selain mendapatkan buku nikah, para pasangan juga langsung memperoleh layanan administrasi kependudukan. “Setelah akad, mereka langsung menerima KK dan KTP dengan status menikah.
Baznas juga memberikan bantuan usaha sebesar Rp 2 juta, serta fasilitasi NIB bagi pasangan yang memiliki usaha mikro,” ujarnya.
Ridho menyebut peserta nikah massal berasal dari Kecamatan Brebes sebanyak enam pasangan, Bulakamba delapan pasangan, Ketanggungan lima pasangan, Bumiayu dua pasangan, serta masing-masing satu pasangan dari Kecamatan Losari, Bantarkawung, dan Sirampog.

